Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengebut pekerjaan pembangunan Bendung Sungai Hulu (BSH) sebagai infrastruktur andalan untuk mengendalikan banjir sekaligus pemasok kebutuhan air lahan pertanian saat musim kemarau, setelah sempat terkendala sejumlah permasalahan.

Bangunan fisik di Desa Sukajaya Kecamatan Cibitung hingga Desa Kalijaya, Cikarang Barat itu sedianya tuntas akhir 2025, namun terkendala beberapa persoalan seperti keterbatasan pasokan material imbas kebijakan larangan aktivitas pertambangan, keberadaan bangunan liar hingga faktor cuaca.

"Sudah tahap akhir, mudah-mudahan awal bulan depan, Maret ini tuntas. Di wilayah kita sudah ada dua bendungan di Kalimalang, tapi ini bendungan pertama yang dibangun pemerintah daerah sebagai upaya antisipasi kekeringan lahan pertanian serta pengendali debit air saat musim hujan," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi Henri Lincoln di Cikarang, Bekasi, Jabar, Rabu.

Baca juga: Pemkot Bekasi Intensifkan Upaya Antisipasi Banjir

Dia mengungkapkan bendungan BSH-0 memiliki peran penting bagi keberlangsungan sektor pertanian. Bendungan ini diproyeksikan mampu mensuplai kebutuhan air bagi lebih dari 7.000 hektare lahan pertanian mulai dari Cikarang (titik nol bendungan) sampai BSH-34 di Kecamatan Muaragembong.

"Bendung BSH-0 dapat mengatur aliran sungai agar tidak seluruhnya terbuang ke Sungai Cikarang Bekasi Laut menuju muara, dua pintu air di bendung dapat diatur aliran airnya melalui Kali Srengseng Hilir untuk area persawahan," katanya.

Konstruksi bendungan ini memiliki spesifikasi desain yang terbilang kompleks, dilengkapi delapan pintu utama dan dua pintu intake di hulu Kali Srengseng serta dinding penahan bendung berupa beton dengan kedalaman hingga 12 meter.

Pembangunan bendung ini terealisasi berkat adanya nota kesepahaman perjanjian kerja sama antara Pemkab Bekasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Pemerintah daerah selaku pihak yang membangun sementara BBWS sebagai pengelola sungai.

Baca juga: Sodetan Cikeas Perparah Banjir Bekasi

"Setelah proyek pembangunan dan masa pemeliharaan berakhir, bendung ini akan diserahterimakan menjadi aset BBWS, termasuk kewenangan pengoperasian pintu air. Kami hanya membangun. Namun ke depan, jika BBWS mengizinkan, kami juga berencana membangun sarana pendukung lain," ucapnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air pada Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi Agung Mulya menambahkan BSH dirancang untuk mampu menahan dan mengatur debit air dengan baik. Ketika pintu bendung telah beroperasi, distribusi air dapat diatur untuk dialirkan ke Sungai CBL maupun Kali Srengseng hilir.

"Insya Allah bendung ini mampu menahan debit air pada saat debit tinggi hingga banjir beberapa waktu lalu karena volume air yang diterima hampir 200 kubik, limpasan air tidak terlalu besar meski delapan pintu utama dan intake saat itu belum berfungsi maksimal," katanya.

Dirinya turut menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pembangunan, terlebih para petani khususnya di wilayah tengah hingga utara Kabupaten Bekasi selama ini telah mengharapkan keberadaan bendungan tersebut.

"Kami mohon maaf dan meminta kesabaran masyarakat, terutama para petani. Kami berusaha semaksimal mungkin agar pembangunan bendung ini segera rampung, mengingat bendung ini sudah menjadi harapan petani sejak beberapa tahun lalu," ujarnya.

Selain menuntaskan pembangunan bendung, pihaknya juga merencanakan pembangunan sarana dan prasarana pendukung dengan konsep mencakup pembangunan trash rack sebagai penahan sekaligus pengangkut sampah, pemasangan pagar pengaman hingga penataan taman.

Kemudian, sarana penerangan area bendung, serta pembangunan retaining wall tambahan sebagai tembok penahan permukiman warga di sekitar bendung guna mencegah terjadi pergeseran tanah.

"Kami juga menggagas alat pengendali pintu air dengan elektrifikasi, berbasis teknologi digital serta pemasangan CCTV untuk memantau volume dan kondisi air secara real time. Bendung BSH-0 dengan delapan pintu utama dan dua intake, jika masih menggunakan manual tentu akan sangat sulit, terutama saat debit air tinggi," kata dia.

Baca juga: Hujan sejak Jumat siang di Kota Bogor picu peningkatan debit Bendung Katulampa

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah

Editor : Erwan Muhadam


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026