Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di lingkungan sekolah diperkuat dengan penekanan pada pentingnya kesadaran terkait kesehatan sejak dini dan tindak lanjut hasil pemeriksaan kesehatan.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan Program CKG dirancang sebagai program preventif dan tidak dimaksudkan untuk memberi stigma terhadap kondisi kesehatan anak. Menurutnya, CKG bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang kondisi kesehatannya sejak dini, sekaligus membangun kesadaran hidup sehat.

"Program ini diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran dan budaya hidup sehat, serta membentuk pola hidup sehat sejak usia sekolah," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Jakarta, Rabu.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti meninjau kegiatan CKG di Sekolah IPEKA Sunter, Jakarta Utara, dalam rangka setahun CKG.

Baca juga: Jakarta menyasar 1,9 juta anak CKG di sekolah

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Asnawi Abdullah mengatakan hasil evaluasi pelaksanaan CKG selama satu tahun menunjukkan sejumlah masalah kesehatan mulai muncul pada anak usia sekolah, terutama gangguan kesehatan gigi dan hipertensi, yang perlu ditindaklanjuti.

"Tahun ini CKG tidak lagi berhenti pada pemeriksaan. Tindak lanjut menjadi fokus utama. Dengan pengendalian hipertensi, gula darah, dan berat badan sejak dini, risiko penyakit katastropik ke depan bisa ditekan," ujar Asnawi.

Secara nasional, katanya, pelaksanaan CKG telah diikuti lebih dari 25 juta siswa dan dilaksanakan pada lebih dari 202 ribu sekolah di seluruh Indonesia.

Melalui penguatan tindak lanjut pemeriksaan dan pendekatan preventif, CKG diarahkan sebagai bagian dari upaya jangka panjang pembangunan kesehatan yang dimulai dari lingkungan sekolah.

Baca juga: Merauke lengkapi semua Puskesmas dengan USG

Dalam kesempatan itu Kepala Puskesmas Tanjung Priok Vita menyampaikan pelaksanaan CKG di wilayahnya telah menjangkau mayoritas satuan pendidikan, dimana 90 persen dari 198 sekolah sudah melaksanakan pemeriksaan itu.

Menurutnya, CKG menunjukkan dampak nyata dimana CKG mendorong deteksi dini dan perubahan perilaku menjadi lebih sehat di lingkungan sekolah.

Dampak Program CKG juga dirasakan langsung oleh peserta didik. Siswa Sekolah IPEKA Sunter Nathan (16) yang telah mengikuti CKG untuk kedua kalinya mengungkapkan bahwa pemeriksaan kesehatan membantunya mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih dini.

"Saya mendapatkan masukan dari beberapa dokter, salah satunya kondisi mata saya, yang menganjurkan saya untuk segera ke dokter karena faktanya memang minusnya bertambah banyak. Terima kasih untuk program ini dan saya merasa terbantu," ujar Nathan.

 


 

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026