Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha pada Selasa mengatakan bahwa Presiden Volodymyr Zelenskyy siap bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas masalah teritorial dan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhya yang dikendalikan Rusia.

"Seperti yang Anda ketahui, masalah-masalah yang paling sensitif masih belum terselesaikan. Justru untuk menyelesaikannya, presiden siap bertemu dengan Putin dan membahas hal ini," kata Sybiha kepada Pravda Eropa, sebuah surat kabar Ukraina.

Menurut Sybiha, Ukraina berencana untuk menandatangani kesepakatan perdamaian 20 poin Presiden AS Donald Trump dan mengharapkan Amerika Serikat untuk menandatangani kesepakatan dengan Rusia.

Namun, lanjut Sybiha, Uni Eropa tidak akan menjadi bagian dari skema tersebut, meskipun tetap "hadir" dalam proses negosiasi dan dalam jaminan keamanan, seraya menambahkan bahwa pembicaraan sedang berlangsung dan konfigurasi saat ini belum final.

Pertemuan pertama kelompok kerja trilateral Rusia-AS-Ukraina tentang masalah keamanan berlangsung di Abu Dhabi pada Jumat dan Sabtu.

Pemerintah UEA menggambarkan pertemuan itu berjalan positif dan konstruktif, menekankan bahwa delegasi Rusia dan Ukraina berbicara langsung satu sama lain.

Pada 23 November, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan bahwa Uni Eropa menentang setiap perubahan perbatasan Ukraina dan tidak mendukung pembatasan yang dapat melemahkan angkatan bersenjata Ukraina.

Menanggapi hal itu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko mengatakan bahwa sikap Uni Eropa membuat perdamaian di Ukraina mustahil dan bahwa Moskow tidak melihat adanya tempat bagi Eropa di meja perundingan.

Pada 28 Desember, Zelenskyy menolak penarikan pasukan bersenjata Ukraina dari wilayah Donbas setelah pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump.

Selanjutnya, pada 23 Januari, juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas adalah syarat penting, sementara asisten presiden Rusia Yuri Ushakov menekankan bahwa penarikan militer Ukraina dari wilayah tersebut sebagai komponen penting dari setiap rencana perdamaian komprehensif.

 

Sumber: Sputnik

Baca juga: Trump sebut Zelenskyy hanya bergantung padanya

Baca juga: Prancis: Tak ada "bukti kuat" yang menunjukkan kediaman Putin diserang drone

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026