PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meminta nasabah mewaspadai modus terhadap berbagai modus penipuan, termasuk phishing melalui website palsu yang mengatasnamakan BCA, menyusul laporan nasabah bisnis yang disampaikan melalui media sosial terkait transaksi transfer dana.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn menyampaikan bahwa perseroan telah berkomunikasi dengan nasabah dan melakukan investigasi lebih lanjut.

“Berdasarkan kronologis yang disampaikan nasabah dan hasil penelusuran yang kami lakukan, kejadian ini merupakan modus penipuan phishing melalui situs web palsu,” kata Hera dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Lebih lanjut, ujar Hera, perseroan juga telah melakukan penelusuran internal dan memastikan bahwa sistem BCA aman.

Baca juga: BCA luncurkan fitur poket rupiah di myBCA, bantu nasabah kelola keuangan
Baca juga: Tiga Desa Bakti BCA sabet wonderful Indonesia Award 2025 dari Kemenpar

Oleh sebab itu, BCA mengimbau nasabah untuk selalu berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan, termasuk website palsu yang bukan website resmi BCA.

Nasabah diminta untuk tidak membagikan data perbankan yang bersifat rahasia antara lain Appli Token Key BCA, PIN, OTP, dan password.

Nasabah juga harus memastikan informasi hanya dari channel resmi BCA yaitu aplikasi haloBCA, nomor resmi Halo BCA 1500888 (tanpa 021, +0621, atau tambahan lainnya), WhatsApp Bank BCA 08111500998 (ada centang biru), Instagram @goodlifebca (sudah centang biru), serta website www.bca.co.id.

Sebelumnya, beredar di media sosial mengenai laporan nasabah bisnis yang kehilangan dana hingga miliaran rupiah.

Akun Instagram @realmrbert membahas kasus ini dengan menjelaskan bahwa korban seharusnya mengakses KlikBCA Bisnis melalui vpn.klikbca.com.

Baca juga: Festival STEM Sekolah Bakti BCA hadir di Sorong

Namun, korban justru terjebak pada website palsu dengan alamat yang nyaris menyerupai situs resmi, diawali “vpk”, serta memiliki tampilan yang mirip dengan website resmi.

Ketika korban masuk ke website palsu tersebut, dana tidak masuk ke rekening tujuan melainkan ke rekening penipu.

Sementara itu, akun Instagram @tommy******** juga melaporkan kejadian serupa, yakni kehilangan dana sekitar Rp500 juta setelah mengakses website palsu KlikBCA Bisnis melalui mesin pencari Google.

Dana tersebut mulanya gaji yang akan ia bayarkan kepada karyawan-karyawannya, namun justru masuk ke rekening penipu.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026