Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) memperkuat sinergi dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam menghadapi berbagai persoalan kebangsaan melalui silaturahim dan audiensi menjelang Musyawarah Nasional (Munas) X LDII.
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengatakan, silaturahim dengan ormas Islam lain, termasuk Muhammadiyah, merupakan bagian dari etika berorganisasi sekaligus ikhtiar bersama membangun bangsa dan negara.
“Dalam hal-hal yang bersifat formal, seperti kami akan menyelenggarakan munas, tentu kami harus berdiskusi dengan ormas Islam lainnya. Silaturahim ini penting, karena sebagai sesama muslim kami memiliki tanggung jawab membangun bangsa dan negara,” ujar KH Chriswanto, Selasa.
Ia menegaskan, berbagai persoalan kebangsaan tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu pihak. Pemerintah, menurutnya, membutuhkan dukungan dan sinergi dari ormas-ormas keagamaan agar solusi yang dihasilkan lebih optimal.
“Permasalahan bangsa ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah atau satu ormas. Indonesia dibangun atas dasar perbedaan, dan justru perbedaan itu memperkaya upaya membangun Indonesia,” katanya.
Menurut KH Chriswanto, komunikasi dan silaturahim antarlembaga menjadi kunci agar setiap pihak dapat saling melengkapi kelebihan dan menutup kekurangan, terutama dalam menjawab harapan umat terhadap peran ormas Islam.
Ia juga berharap kerja sama LDII dan Muhammadiyah tidak berhenti pada momentum Munas X LDII, tetapi berlanjut secara berkesinambungan di berbagai bidang, mulai dari sosial, pendidikan, pengelolaan aset, hingga kesehatan.
“Kami sebagai saudara yang lebih muda banyak belajar, terutama di bidang sosial, pengelolaan aset, pendidikan, dan kesehatan. Silaturahim ini untuk memperdalam proses belajar agar menjadi lebih baik lagi,” ujar Chriswanto.
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tabligh, Dakwah Komunitas, Kepesantrenan, dan Pembinaan Haji-Umrah, KH Saad Ibrahim, menyambut baik penguatan sinergi tersebut sebagai bagian dari tradisi kebersamaan antarormas Islam.
“Pada dasarnya kita saling belajar, saling melihat sisi positif dari masing-masing, lalu kita gunakan untuk kekuatan kita bersama,” ujar KH Saad.
Ia menambahkan, ukhuwah dan kebersamaan antarormas Islam telah terbangun sejak lama, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara batin, sehingga perlu terus dirawat dan diwujudkan dalam kerja sama nyata.
“Kebersamaan itu bukan sekadar soal bertemu. Walaupun tidak bertemu, batin kita sudah menjadi satu. Ini harus menjadi bagian dari pandangan kita terhadap ormas-ormas keagamaan,” katanya.
KH Saad berharap audiensi tersebut dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama konkret dan berkelanjutan demi kemaslahatan umat dan bangsa, serta mendoakan agar pelaksanaan Munas X LDII 2026 berjalan lancar dan sukses.
Audiensi LDII dan Muhammadiyah ini menegaskan komitmen kedua ormas Islam untuk terus memperkuat sinergi, menjaga ukhuwah, dan berkontribusi aktif dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026