Bogor (Antaranews Megapolitan) - Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, menggelar Sosialisasi Program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK), di Kampung Naggerang, Desa Bojong, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (8/12/2018).

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh pejabat BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Barat yang diwakili Angela Sri Melani SE MM, dan dari perwakilan Kabupaten, Maman Supardi.

Bahkan, hadir juga Anggota DPR RI Komisi IX, Nurmansyah Efendi Tanjung SE MM.

Kegiatan sosialisasi program tersebut diikuti oleh sebanyak 200 orang peserta.

Sebelum melakukan sosialisasi, para peserta dan Narasumber dalam kegiatan ini mengikuti Fun Walk terlebih dahulu, mulai dari jam 07.00 WIB sampai dengan selesai.

Selanjutnya dilanjutkan dengan penyampaian soaialisai program KKBPK.

Acara berlangsung meriah, ditambah lagi dengan adanya pembagian doorprize di penghujung acara.

Semangat Nasionalisme

Pada kesempatan tersebut, Nurmansyah Efendi Tanjung, dari Komisi IX DPR RI sebelum mengisi acara, selaku perwakilan DPR RI Komisi IX mengajak massa peserta intuk meneriakan Salam Lima Jari sebagai bentuk semangat nasionalisme kepada peserta, salam Program KKBPK yang di selenggarakan oleh BKKBN Jawa Barat, yang Berarti jari Lima adalah Pancasila.

Nurmansyah menjelaskan, tujuan acara ini yang paling utama adalah untuk silaturahmi sesama manusia.

Nrmansyah Efendi Tanjung sebagai perwakilan rakyat juga mengatakan bahwa dirinya harus terjun langsung ke masyarakat untuk menyosialisasikan program KKBPK ini, sekaligus untuk memantau langsung perkembangan di lapangan.

Sejarah KB, katanya lagi, sejak era Soeharto sudah ada, tetapi program tersebut masih jalan di tempat.

Kemudian, pada tanggal 14 Januari 2016, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan program KB Nasional sampai ke tingkatan desa di seluruh indonesia.

Dan, pada tahun 2018 ini Alhamdulilah program ini sedang berjalan memasuki desa-desa.

Menurut dia lebih lanjut, ribuan Program KB akan menyentuh wilayah Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Adapun tujuan utama program ini, adalah bagaimana menciptakan keluarga-keluarga sejahtera, selain membatasi angka kependudukan.

Bisa dibaca juga: Warga Bojong Kabupaten Bogor dapat Sosialisasi Program KKBPK

Nurmansyah juga menyebutkan, ada 8 (delapan) fungsi keluarga, yaitu meliputi:
(1). Fungsi Keagamaan,
(2). Fungsi Sosial Budaya,
(3). Fungsi Cinta Kasih,
(4). Fungsi Perlindungan,
(5). Fungsi Reproduksi,
(6). Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan,
(7). Fungsi Skonomi, dan
(8). Fungsi Pembinaan Lingkungan.


Keluarga yang berkualitas

Pada kesempatan yang sama, Angela Sri Melani SE MM, sekalu Perwakilan dari BKKBN Provinsi Jawa Barat, menyatakan bahwa program KKBPK bertujuan untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas.

Hal ini, katanya pula, dilakukan melalui pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga dan ekonomi produktif.

"Misi program ini (KKBPK) adalah melakukan pembangunan keluarga dengan ekonomi produktif, dan pelaksanaan fungsi keluarga," kata Melani lagu.

Dia juga menjelaskan bahwa untuk menjadi keluarga yang berkualitas, keluarga Indonesia harus mengikuti program Keluarga Berencana (KB) yang sudah dicanangkan oleh pemerintah.

Pasalnya, ledakan pertumbuhan penduduk sangat berpotensi menyebabkan gejolak sosial dalam masyarakat.

"Penduduk adalah sentra pembangunan, jika tidak dikendalikan berpotensi menimbulkan gejolak sosial, maka dari itu harus ikut KB," katanya menegaskan.

Berikitnya. Maman Supardi menjelaskan, kegiatan Kampung KB bukan untuk merubah suatu nama kampung menjadi "Kampung KB", akan tetapi salah satu program BKKBN ini, yaitu Kampung KB merupakan kegiatan sosialisasi tentang pemahaman Keluarga Berencana.

Melalui kegiatan itu diharapkan bagaimana agar suatu keluarga bisa mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera, yaitu dengan cara merencanakan pernikahan dan mengaplikasikan delapan fungsi keluarga tadi, di antaranya fungsi agama, pendidikan, dan sosial. (*/RLs/ANT/BPJ).

Pewarta: Oleh: Humas BKKBN Pusat

Editor : M. Tohamaksun


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2018