Satuan Tugas Pengendalian Harga Beras Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan ritel modern di Lombok Timur untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok di tengah fluktuasi pasar nasional.
“Sidak ini merupakan langkah strategis dalam memastikan harga beras tetap terkendali serta mencegah adanya permainan harga yang bisa merugikan masyarakat,” kata Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol FX Endriadi saat sidak di pasar Pancor di Lombok Timur, Sabtu.
Tim Satgas tersebut terdiri dari Satgas Pangan Polda NTB, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog Kanwil NTB, Dinas Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan.
"Dari hasil pemantauan selama ini di beberapa wilayah NTB, ada beberapa yang belum sesuai harga eceran tertinggi," katanya.
Terhadap adanya harga yang masih di atas HET, satgas sepakat langkah pertama yakni melakukan teguran. Kemudian yang kedua, apabila teguran tersebut tidak diindahkan, tentunya akan melakukan penegakan hukum.
Untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat ini sesuai dengan aturan pemerintah harga acara tertingginya, di mana harga beras medium itu Rp13.500 per kilogram dan harga beras premium itu Rp14.900 per kilogram.
Baca juga: Bapanas ancam sanksi pidana mainkan pangan beras
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2025