Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan proses pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste To Energy (WTE) berpotensi dimulai pada Januari tahun depan.

"Bapak Presiden memerintahkan kepada kita semua, agar menyelesaikan segala perizinannya paling lambat di Desember, November. Perintah beliau bahwa paling lambat awal Januari kegiatan ground breaking dalam pembangunan waste to energy bisa segera diletakkan," kata Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif dalam peninjauan ke TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat.

Dia menjelaskan bahwa data-data yang diperlukan sudah diserahkan oleh KLH bersama tim terpadu kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), termasuk rekomendasi tahap pertama untuk wilayah yang akan dibangun PSEL.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan yang baru diterbitkan oleh pemerintah pada Oktober 2025.

"Danantara saat ini sedang melakukan kelas kualifikasi terhadap para delevoper, para pembangun pembangkit listrik tenaga sampah ini dengan tahapan-tahapan proses pengadaan barang dan jasanya. Jadi dalam waktu segera, tentunya akan segera diputuskan pemenang dari pelaksanaan waste to energy," kata Menteri LH Hanif.

Baca juga: Guru Besar Universitas Brawijaya sebut PSEL jadi strategi pemerintah ciptakan ketahanan energi
Baca juga: Menteri LH sebut Perpres 109/2025 tandai transformasi pengelolaan sampah

 

Pewarta: Prisca Triferna Violleta

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2025