Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menggandeng investor asal China dalam mengatasi permasalahan sampah menjadi energi terbarukan, guna menekan produksi sampah yang kian bertambah.
"Targetnya, tahun 2026 kerja sama tersebut akan dimulai guna menekan jumlah residu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sehingga residu di TPA yang selama ini hanya menjadi timbunan sampah akan diturunkan secara signifikan," kata Bupati Jepara Witiarso Utomo usai menerima investor pengelolaan sampah Zheneng Jinjiang Enviroment di ruang kerja bupati, Senin.
Melalui teknologi yang ditawarkan investor asal China, kata dia, sampah residu yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai ekonomis akan diolah menjadi energi.
Dalam prosesnya, kata dia, tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga bisa memberdayakan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga agar mendapatkan tambahan penghasilan dari hasil pengumpulan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara Aris Setiawan menambahkan kehadiran investor tersebut akan membawa perubahan besar dalam sistem pengelolaan sampah di Jepara.
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2025