Bekasi (Antaranews Megapolitan) - Perusahaan Daerah Air Minum tirta Bhagasasi Bekasi, Jawa Barat, beralasan rencana kenaikan tarif kepada pelanggan mulai Oktober 2018 dipicu terus meningkatnya harga bahan baku produksi sejak 2014.

"Sejak 2014 sampai saat ini, kami belum melakukan penyesuaian tarif produksi air bersih kepada pelanggan. Rencananya pada Oktober 2018 kita sesuaikan untuk penagihan mulai November 2018," kata Kepala Bagian Humas dan Hukum PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Yusmet di Bekasi, Rabu.

Menurut dia, keputusan tersebut saat ini telah memasuki finalisasi di internal manajemen serta sejumlah pemegang saham yakni Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Kenaikan tarif ini dilatarbelakangi oleh sejumlah bahan baku seperti air baku Kalimalang dari Perusahaan Jasa Tirta II, komponen listrik, bahan kimia dan lainnya.

"Sejak 2014, komponen produksi itu terus meningkat harganya hampir setiap tahun, namun situasi tersebut selama ini belum diikuti dengan rasionalisasi tarif kami kepada pelanggan. Kalau dibiarkan terus seperti ini akan berbahaya," katanya.

Pihaknya mengaku kerap dihadapi dengan kesulitan produksi yang menuntut pegawai terkait untuk kreatif dalam menyiasati kenaikan komponen baku itu.

Dikatakan Yusmet, kenaikan tarif itu diyakini pihaknya akan berdampak positif pada kuantitas serta kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Namun demikian, pihaknya hingga Rabu sore belum berkenan memublikasikan presentase kenaikan tarif dari yang berlaku saat ini, sebab masih dilakukan diskusi final di internal perusahaan.

"Dalam waktu dekat ini pasti akan kita umumkan besaran kenaikannya. Yang terpenting sekarang, pelanggan tahu dulu, bahwa kita akan ada rasionalisasi tarif," katanya.

Seperti diketahui, tarif PDAM Tirta Bhagasasi diberlakukan kepada empat kriteria pelanggan, yakni sosial Rp1.050 per liter, non niaga (rumah tangga) Rp3.100 hingga Rp9.000 per liter, niaga mulai Rp9.009 hingga Rp11.753 per liter dan Industri Rp12.132 hingga Rp16.984 per liter.

Saat ini, PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi yang melayani masyarakat Kota dan Kabupaten Bekasi, ?telah memiliki pelanggan lebih 240.000 sambungan langganan (SL) dan merupakan PDAM pelanggan terbesar kedua di Jawa Barat.

Sedangkan kapasitas produksi sekitar 3.800 liter per detik.

Sesuai businiss plan PDAM tersebut hingga tahun 2023, ditargerkan 60 sampai 70 persen masyarakat khususnya Kabupaten Bekasi dapat terlayani air bersih.

"Saat ini cakupan pelayanan masih dibawah 30 persen dengan jumlah penduduk sekitar 4 juta jiwa. Sedang di Kota Bekasi, sebagian sudah dilayani PDAM Tirta Patriot milik Pemkot Bekasi.

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2018