Bogor (Antaranews Megapolitan) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor, Jawa Barat melakukan pendataan Potensi Desa atau Podes 2018 dalam rangka menyukseskan program Nawacita membangun Indonesia dari pinggiran.

"Podes serentak dilaksanakan seluruh Indonesia mulai dari tanggal 2 sampai 31 Mei 2018," kata Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Kota Bogor Himiah di Bogor, Selasa.

Ia menjelaskan Podes adalah pendataan yang dilakukan terhadap ketersediaan infrastruktur dan potensi yang dimiliki oleh setiap wilayah administrasi setingkat dewa.

Tujuan Podes adalah untuk menghasilkan data potensi desa atau kelurahan baik potensi sosial, ekonomi, sarana, dan prasarananya.

Dia mengatakan, Podes digunakan sebagai bahan penyusunan statistik wilayah kecil, penyusunan berbagai analisis dan kebijakan terkait kewilayahan. Misalnya, identifikasi dan penentuan desa tertinggal, variebel konteks PMT, desa rawan bencana, dan sebagainya.

"Podes juga untuk penghitungan indikator-indikator pembangunan atau kemajuan desa, indeks pembangunan desa, dan perhitungan kualitas kesulitan geografis," katanya.

Untuk kelancaran pelaksanaan Podes, BPS Kota Bogor beraudiensi dengan Pemkot Bogor yang diwakili Sekdakot Ade Sarip Hidayat guna meminta dukungannya menyukseskan pendataan tersebut.

"Pemkot Bogor mendukung program ini," katanya.

Hilmiah menambahkan Podes membutuhkan dukungan dari camat,dan lurah karena kegiatan pendataan ini berbasis data unit kecamatan dan kelurahan.

Podes lanjutnya, akan menentukan apakah status desa tersebut masih pedesaan atau sudah menjadi perkotaan.

"Harapannya Podes bisa bermanfaat membangun Kota Bogor. Pihak kelurahan dan kecamatan bisa memanfaatkan datanya untuk memperbaharui setiap tahun," katanya.

Ia menambahkan upaya pendataan ini dapat memonitoring kebijakan di level kelurahan, dan kecamatan menjadi lebih terukur dari segi pemanfaat data di kewilayahan.

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat menyatakan akan mendukung kegiatan Podes dengan menginstruksikan seluruh camat serta lurah untuk membantu BPS.

"Camat dan lurah harus ikut mendukung sekaligus menjadi narasumber pendataan," kata Ade.

Pewarta: Laily Rahmawaty

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2018