Sukabumi, 2/11 (ANTARA) - Kementerian Kehutanan RI memperketat keamanan satwa liar endemik di Tanam Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), karena kerap terjadi pemburuan liar terhadap satwa dilindungi di taman nasional tersebut.

"Kami sudah mengintruksikan kepada Balai Besar TNGGP untuk memperketat keamanan satwa liar yang keberadaannya endemik dan sudah langka, serta dilindungi kerap menjadi sasaran para pemburu liar," kata Humas Kemenhut RI Sumarto Suharno kepada wartawan, Jumat.

Menurut Sumarto, Balai Besar TNGGP juga dalam waktu dekat ini akan membangun benteng konservasi sumber daya alam dari masyarakat sekitar hutan. Perlindungan juga dilakukan dengan cara represif atau terpadu dengan belibatkan aparat dari kepolisian.

Lebih lanjut, pihaknya juga tidak segan-segan memberikan sanksi tegas kepada pemburu liar yang memburu satwa di wilayah TNGGP.

"Kami tidak akan tinggal diam kepada para pemburu liar, untuk itu kami juga menggandengn kepolisian bekerjasama untuk melindungi satwa endemik dan dilindungi tersebut," tambahnya.

Di sisi lain, Kemenhut RI juga mengecam aksi teror yang dilakukan oleh pemburu liar kepada para aktivis Himpunan Sukarelawan TNGGP Volunteer Panthera.

Teror kepada masyarakat dan aktivis peduli lingkungan merupakan kejahatan yang tidak dapat ditolerir dan terkesan melecehkan pemerintah.

"Para sukarelawan yang tergabung dengan Volunteer Panthera merupakan mitra TNGGP dalam upaya menyelamatkan hutan, dan kami pun akan terus bekerjasama dengan mereka untuk melindungi satwa, dan ancaman yang dilayangkan kepada mereka akan kami tindak lanjuti," kata Sumarto.


Aditya

Pewarta:

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2012