Bogor (Antara Megapolitan) - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (LPPM-IPB) terus berupaya meningkatkan kualitas dan efektivitas kegiatan pengabdian kepada masyarakat salah satunya melalui kegiatan Stasiun Lapang Agro Kreatif (SLAK) yang dilaksanakan selama 4 bulan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. 

Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu melakukan pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) yang dilakukan oleh fasilitator SLAK yaitu Shelly Nurcahya Rosandy.

Pola peternakan hingga saat ini masih di dominasi oleh peternak skala kecil. Karakteristik yang dimiliki yaitu jumlah ternak sedikit, ternak yang dipelihara digunakan sebagai tabungan, kandang dan peralatan kurang memadai, modal kurang dan kemampuan beternak berdasarkan pengalaman secara turun temurun. 

Padahal para peternak kecil tersebut memiliki potensi untuk menjadi tulang punggung dalam pengadaan bahan pangan sumber protein hewani bagi bangsa Indonesia. 

Oleh karena itu, perlu adanya pendidikan dalam proses pra produksi, produksi dan pasca produksi. Sehingga melalui sentra peternakan rakyat akan menjadi wadah bagi peternakan kecil untuk belajar bersama dan saling bertukar informasi masalah peternakan.

Hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Peternakan dan Perikanan dengan LPPM-IPB berhasil membentuk SPR di Kabupaten Muara Enim. 
Pembentukan ini demi mewujudkan pembangunan peternakan dan menjadi wujud implementasi dari visi Kabupaten Muara Enim SMAS (Sehat, Mandiri, Agamis, dan Sejahtera). 

Visi Pemerintah Kabupaten Muara Enim selaras dengan visi pemerintah pusat yakni nawa cita ketahanan pangan untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis sumberdaya lokal.

Pembentukan SPR di Kabupaten Muara Enim pada tanggal 10 Desember 2015. SPR yang telah dibentuk oleh IPB dan Pemda Kabupaten Muara Enim perlu dikawal oleh semua stakeholder pendukung. 

IPB sebagai pelopor berdirinya SPR di Indonesia mempunyai kewajiban untuk mampu mengawal dalam pembangunan serta menjadikan SPR untuk mewujudkan cita-cita besar dalam pengembangan ternak sapi melalui bisnis kolektif anggota kelompok ternak.

Komitmen IPB sebagai pengawal dalam proses pembangunan SPR adalah mengirimkan dosen-dosen ahli, mahasiswa dan alumni untuk mendampingi SPR. 

Program-program yang dirancang oleh LPPM IPB antara lain pemberian materi pelatihan teknis dan non teknis peternakan, pengiriman mahasiswa IPB Goes To Field, Mahasiswa KKN Tematik, Fasilitator Stasiun Lapang Agro Kreatif (SLAK), tim monitoring evaluasi dan Tim Peneliti. Melalui semua kegiatan dan tim IPB yang telah dikirim diharapkan akan menjadi kesuksesan awal dalam pembangunan SPR di daerah tersebut.

Hasil dari kegiatan ini yaitu munculnya SPR Bangkit di Kecamatan Muara Enim (Muara Tigo Manunggal), Kecamatan Gunung Megang dan Benakat (Panca Muara Lengi), dan Kecamatan Rambang Dangku (Ex-Trans Serasan Berkarya) yang sudah berjalan cukup baik sejak dideklarasikan pada tanggal 10 Desember 2015. 

Selain itu, juga dilakukan pendampingan yang masih termasuk ke dalam lingkungan kegiatan di wilayah SPR diantaranya kegiatan sosialisai Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS), pendampingan dalam pembentukan kelompok baru yang masuk ke dalam keanggotaan SPR, kegiatan sosialisasi kesehatan dan kesejahteraan hewan.

Pewarta:

Editor : Andi Firdaus


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017