Bandarlampung (Antara Megapolitan) - Otoritas Bandara Radin Inten II menyiapkan 12 penerbangan tambahan mulai Kamis (15/6/2017) hingga 11 Juli 2017, dengan total 1.703 kursi tambahan per hari. Sehingga dengan demikian selama arus mudik dan balik, total penerbangan dari dan ke Lampung mencapai 41 dengan jumlah kursi tambahan 4.227.

Menurut Kepala Bandara Radin Inten II, Satimin, empat maskapai mengajukan tambahan penerbangan, yakni Sriwijaya Air tujuan Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya sebanyak tiga kali sehari. Kemudian, Lion Air dua kali tambahan ke Jakarta, Batik Air empat kali tambahan yakni tiga ke Bandara Soekarno-Hatta dan satu ke Bandara Halim Perdanakusuma.

"Wings Air juga menambah penerbangan dua kali ke Bandung dan sekali ke Bengkulu," kata Satimin, pada kunjungan Komisi V DPR RI di Bandara Radin Inten II, Natar, Lampung Selatan, pekan lalu.

Kunjungan sekaligus ekspos kesiangan Angkutan Lebaran 2017 ini, dihadiri seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Angkutan Lebaran.

Penerbangan tambahan itu, kata Satimin, untuk memperkuat 31 penerbangan reguler yang dilayani Garuda Indonesia sebanyak sembilan kali, Sriwijaya Air (10), Lion Air (4), Batik Air (2), Wings Air (4), dan Express Air dua kali penerbangan, sehingga total seat penerbangan reguler mencapai 4.227 per hari. "Kami memprediksi kedatangan dan keberangkatan terjadi mulai H-3," kata Satimin.

Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni-Merak

Sementara itu, puncak arus mudik di pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni, menurut Direktur Utama PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero), Faik Fahmi, diprediksi 22 Juni (H-3) dan 23 Juni (H-2). Tahun ini, ASDP mengoperasikan enam dermaga, sehingga perjalanan bertambah menjadi 2.416 atau naik dari 2016 sebanyak 2.346 perjalanan dengan 58 armada kapal roro.

ASDP memprediksi, jumlah penumpang Lebaran 2017 dari Merak ke Bakauheni 1,43 juta, kendaraan roda dua 105.601, dan kendaraan roda empat 186.182.

Sedangkan Bakauheni ke Merak sebanyak 1,33 juta penumpang, 3.931 roda dua, dan 180.846 roda empat. "Kami memprediksi kenaikan penumpang 3%, kendaraan roda dua 5%, dan roda empat 4%, sehingga perjalanan dinaikkan 3%," kata Faik Fahmi.

Tahun ini ASDP banyak melakukan perubahan dengan menambah lima buffer zone dari semula dua dan menjual tiket tunai dan online. "Kalau dulu penumpang tidak tahu jam berapa menyeberang, dengan tiket online tahu jam berapa menyeberang. Kemudian, ada petugas berseragam mencolok yang berkeliling membantu pemudik," kata Faik Fahmi.

Keamanan Pemudik

Dalam menjamin keamanan para pemudik, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Polda Lampung, menurut Asisten I Sekdaprov Lampung Heri Suliyanto, memberi pengawalan pada malam hari saat melewati daerah rawan tindak kriminal.

"Pemerintah juga memastikan kesiapan lampu penerangan jalan, posko kesehatan, dan fasilitas pendukung lainnya," kata Heri didampingi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Qudrotul Ikhwan.

Pemprov Lampung juga menyiagakan 40 bus bantuan milik PT Trans Lampung Utama di dermaga enam di rute Bakauheni-Rajabasa. Bus ini beroperasi mulai pada pukul 02.00 hingga pukul 06.00, untuk mengantisipasi penumpukan penumpang di Pelabuhan Bakauheni. Selain bus milik Pemprov Lampung tersebut, Bakauheni-Rajabasa juga diperkuat armada tambahan Damri.

Terkait dengan Jalan Tol Trans Sumatara, pemudik dapat memanfaatkan ruas Lematang-Kota Baru sepanjang 5 kilometer. "Penyelenggaran Lebaran 2017 cukup panjang, yakni 15 hari. Oleh karena itu, Pemprov Lampung beserta seluruh pihak terkait memastikan seluruh sarana dan prasarana berfungsi baik pada waktunya," kata Heri Suliyanto. (RLs/Humas Prov/ANT/BPJ/MTh).

Pewarta: Humas Pemprov Lampung

Editor : M. Tohamaksun


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017