Depok  (Antara Megapolitan) - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat telah membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) pengendalian harga jelang Ramadhan, Idul Fitri dan pasca Idul Fitri yang terdiri dari unsur gabungan seperti Polres, Kodim, kejaksaan dan pemerintah.

"Tugasnya nanti mereka inspeksi, sidak pasar, menerima laporan dari konsumen dan beberapa pedagang, serta operasi pasar," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris di Depok, Rabu.

Harga beberapa komoditas bahan pokok di sejumlah Pasar Tradisional Kota Depok masih stabil jelang Ramadhan. Pemkot Depok melakukan Operasi Mendadak (Sidak) ke Pasar Sukatani, Kecamatan Tapos guna mengantisipasi lonjakan harga yang sering terjadi menjelang Ramadhan.

Dari hasil sidak tersebut, diketahui harga komoditi pokok masih stabil sehingga masih bisa dijangkau masyarakat. Harga masih stabil, bahkan ada harga komoditi yang lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Pasar Sukatani.

"Mudah-mudahan bisa stabil terus sampai menjelang Idul Fitri nanti," ujarnya.

Idris mengatakan untuk harga bawang putih kenaikan harganya tidak terlalu signifikan, hanya sebesar Rp 5-10 ribu. Untuk sementara ini, pasokan dirasa masih cukup. Namun, memang tidak bisa dimungkiri ada beberapa komoditi yang masih harus impor.

"Beberapa yang harus diwaspadai antara lain seperti gudang penyimpanan, mata rantai distribusi baik dari pemasok sampai ke tangan konsumen," jelasnya.

Sementara itu, terkait barang kedaluwarsa, lanjutnya, saat ini kewenangan tersebut sudah diambil alih oleh provinsi. Namun, tidak menutup kemungkinan, Pemkot Depok akan membuat laporan jika terjadi tindakan yang mencurigakan untuk diteruskan ke provinsi.***3***



Pewarta: Feru Lantara

Editor : Feru Lantara


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017