Bogor (Antara Megapolitan) - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Herry Suhardiyanto menyebutkan pentingnya ilmu ekonomi syariah dalam mewujudkan keadilan masyarakat yang sejalan dengan pertanian.

"Pada prakteknya ilmu ekonomi syariah yang ada di IPB sejalan dengan ilmu pertanian yang menjadi fokus utama IPB," kata Herry dalam acara Dies Natalis ke-6 dan Tasyakuran Departemen Ilmu Ekonomi Syariah IPB, di Bogor, Selasa.

Herry mengatakan, ilmu ekonomi syariah hadir menjadi solusi agar kemitraan dan kerjasama bisnis lebih berkeadilan.

Menurutnya, ada kebersamaan dalam syariah dan merupakan inti dari ajaran Islam yang juga termaktub dalam Pancasila, dengan dua kata adil yakni pada sila kedua dan kelima.

"Karena itu bagi Islam ini adalah ajaran yang mulia keadilan harus ditegakkan, keadilan yang sangat penting untuk ditegakkan," kata Herry.

Sejarah berdirinya Departemen Ilmu Ekonomi Syariah melalui proses panjang diawali tahun 2010 dengan dibentuknya program studi ilmu ekonomi syariah di bawah naungan Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajamen (FEM) IPB.

April 2017 lanjutnya, Senat Akademi IPB telah menyetujui pembentukan Departemen Ilmu Ekonomi Syariah (IES). Sehingga, IES memiliki kewenangan penuh untuk berkembang.

"IES menjadi rumah bagi akademisi yang menekuni bidang ekonomi syariah," katanya.

Herry optimistis peluang lulusan Departemen IES ke depan karena melihat aktivitas ekonomi syariah di Indonesia yang berkembang dengan baik.

"Hadirnya IES menjadi kontribusi nyata IPB bagi pembangunan ekonomi dengan memajukan ekonomi syariah Indonesia dan turut membangun Indonesia yang berkeadilan, berkedaulatan serta berkelanjutan," kata Herry.

Turut hadir dalam Dies Natalis dan Tasakuran Departemen IES IPB, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Deputi Ekonomi Bappanas, Leonard Tampubolon, Komisioner Baznas, Nana Martiarti, Ustad Yusuf Mansur, Prof Didin Hafidhuddin, dan direksi perbankan syariah.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyebutkan, konsep ekonomi syariah menganut unsur berkeyakinan dan kepercayaan, sehingga percaya menjadi kontribusi bagi negeri. Menjadikan Indonesia lebih makmur dan sejahtera.

"Manusia diciptakan dari tanah, jadi unsur manusia materi, materi adalah ekonomi. Separuhnya lagi ruhani, ini terlihat pada peradaban pembangunan kehidupan yang dilakukan Rasulullah," katanya.

Dalam perjalan hidup Rasulullah dimana ia berada membangun Masjid, seperti Masjid Quba di Palestina dan Masjid Nabawi di Madinah. Setelah itu dibangun pasar.

"Jadi masjid gambaran rohani dan pasar gambaran jasmani atau ekonomi," kata Aher.

Pewarta: Laily Rahmawati

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017