Bogor (Antara Megapolitan) - Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat, mencatat sebanyak 18.804 ibu hamil telah menjalani tes dan konseling HIV terhitung sejak Januari 2014 sampai Maret 2017.

"Tes HIV bagi ibu hamil sudah menjadi kewajiban dan tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Bogor," kata Kepala Bidang P2P, Dinas Kesehatan Kota Bogor, Ratna Yunita, di Bogor, Kamis.

Menurut Ratna, setiap tahun diprediksi ada 21 ribu ibu hamil di Kota Bogor. Dari jumlah tersebut, 18.804 ibu hamil yang telah menjalani tes HIV merupakan capaian yang signifikan.

"Tes dan konseling HIV bagi ibu hamil dalam rangka mencegah infeksi baru, dapat dilakukan di seluruh Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kota Bogor," katanya.

Ia menyebutkan sesuai dengan peraturan daerah, setiap rumah sakit dan Puskesmas wajib menyediakan layanan tes HIV terutama bagi ibu hamil dan pasangan calon pengantin.

Tes VCT HIV dijalankan di 24 Puskesmas dan seluruh rumah sakit di Kota Bogor. Selain itu layanan Mobil Curhat juga menyediakan pemeriksaan tes HIV.

"Kebanyakan pemeriksaan HIV terjaring melalui Mobil Curhat. Keberadaan mobil curhat cukup diminati, karena hampir menjangkau seluruh masyarakat, misalnya kita buka di sekolah bisa 200 orang yang diperiksa, bahkan kita pernah buka layanan di mall juga peminatnya banyak, karena gratis mungkin," kata Ratna.

Ia merincikan pada periode Januari sampai Desember 2016 terjaring 7.046 ibu hamil yang melakukan tes, ada 22 ibu hamil yang dinyatakan positiv HIV.

Data terbaru dari Januari sampai Maret 2017 tercatat 2.121 ibu hamil menjalani tes, tercatat empat orang positif.

"Dari 18.804 ibu hamil yang sudah menjalani tes HIV dari kurun waktu Januari 2014 sampai Maret 2017, ada 91 orang ibu hamil positif HIV," katanya.

Pemeriksaan HIV kepada ibu hamil juga sesuai instruksi dari Menteri Kesehatan yang mengharuskan seluruh Dinas Kesehatan daerah menggalakkan Program Pencegahan Penularan HIV/AIDS dari Ibu kepada Anak (PPIA).

Sejak 2005 kelompok beresiko HIV/AIDS mengalami pergeseran, yang awalnya banyak terjadi pada pengguna narkoba dengan jarum suntik, pelanggan PSK, pasangan homo seksual, waria, kini terjadi di kalangan ibu rumah tangga.

Untuk mengurangi jumlah penderita baru, Pemerintah Kota Bogor juga akan melakukan pemeriksaan HIV/AIDS kepada pasangan yang akan menikah atau catin (calon pengatin). Hal ini untuk mencegah penularan terhadap pasangan.

Dari periode Januari 2015 sampai dengan Desember 2016 tercatat sebanyak 2.837 calon pengantin yang sudah melakukan pemeriksaan. Dan hasilnya terdapat tujuh orang catin positif HIV.

Sementara itu, jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Bogor terhitung sejak 2005 sampai Maret 2017 tercatat sebanyak 3.811 orang positif HIV.

Dari total populasi Kota Bogor, tercatat pula 126.212 orang telah menjalankan pemeriksaan HIV selama periode 2005 sampai Maret 2017.

"Dari jumlah penderita HIV positif baru 752 orang ODHA yang mendapatkan ARV, enam orang di antaranya ibu hamil," kata Ratna.

Saat ini Dinas Kesehatan Kota Bogor telah memperluas layanan distribusi obat ARV bagi ODHA (orang dengan HIV/AIDS) ke 11 fasilitas kesehatan terdiri dari tujuh puskesmas dan empat rumah sakit.

Dengan begitu, penderitas HIV dapat menjangkau layanan secara efektif, efisien dan cepat.

Pewarta: Laily Rahmawati

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017