Pengembang hunian vertikal Meikarta meresmikan penggunaan moda transportasi massal Aoshuttle Benaya untuk memudahkan mobilitas warga Cikarang dan sekitar sekaligus bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah terkait penggunaan transportasi publik.

Moda transportasi massal berupa armada bus terintegrasi itu menghubungkan wilayah Cikarang dengan sejumlah titik mulai stasiun kereta ringan (LRT) City Bekasi, Karawang, Blok M Jakarta, hingga BSD Serpong dengan halte utama di Distrik 1 Meikarta.

"Tujuannya tidak lain untuk membuka konektivitas warga Cikarang di Meikarta ini ke berbagai rute. Untuk di Meikarta kami pasang empat unit bus dulu sampai nanti okupansi sudah baik penuh kami akan tambah lagi," kata Manager Operasional Aoshuttle Benaya Fajar Novandi, Rabu.
 
Armada bus Aoshuttle Benaya mulai beroperasi usai diresmikan di Distrik 1 Meikarta, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).
Dia mengatakan empat rute yang disiapkan yakni Meikarta-Grand Outlet Karawang, Meikarta-BSD Serpong, Meikarta-LRT City Bekasi, dan Meikarta-Blok M. Seluruh rute diberangkatkan empat kali sehari, kecuali tujuan Karawang yang berangkat dua kali sehari.

Seluruh rute ditetapkan satu harga Rp30.000 untuk sekali perjalanan dengan pemesanan daring. "Seluruh pesanan bisa dilakukan secara online, tapi bisa juga on the spot dengan perbedaan harga Rp5.000 atau jadi Rp35.000," ucap dia.

Melalui konsep pul ke pul, pemberangkatan bus dilakukan rutin setiap jam. "Kapasitas busnya ada yang 50, 30, dan 14 tempat duduk. Sistemnya shuttle per jam, tidak bergantung si penumpang, penumpang tidak ada tetap jalan," katanya.

Presiden Direktur Meikarta Indra Azwar mengatakan keempat rute itu dipilih karena mobilitas warga Cikarang ke wilayah-wilayah tersebut dinilai tinggi sehingga difasilitasi moda transportasi. Trayek ini dibuka untuk memudahkan konektivitas warga antarwilayah.

"Tujuan utama dari kerja sama ini semata-mata memenuhi kebutuhan transportasi penghuni, pengunjung, maupun karyawan. Selama ini, itu menjadi satu masalah yang perlu kami penuhi. Halte bus di kawasan Distrik 1 Meikarta juga dimungkinkan melayani karyawan dari perusahaan, kawasan industri, maupun masyarakat umum," katanya.

Pihaknya telah menyediakan kantung parkir di setiap halte untuk memudahkan masyarakat menitipkan kendaraan pribadi sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengguna moda transportasi ini.

"Jadi mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi umum agar meminimalisir kemacetan lalu lintas di wilayah DKI Jakarta dan sekitar. Dan juga fasilitas pendukungnya, termasuk kantung parkir," kata dia.(KR-PRA).

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2024