People Analytics atau yang dikenal juga sebagai Human Resource Analytics ini, bertujuan untuk mengubah data menjadi insight yang dapat membantu pembuat keputusan agar lebih informasional dan strategis.

“Dengan banyaknya data yang didapatkan, akan memudahkan pembuat kebijakan dan keputusan menjadi lebih tepat di dalam suatu organisasi," kata Direktur dari PT Galva Galindra Multi Cipta Andy Purwandi dalam keterangannya, Rabu.

Ia mengatakan tidak mungkin rasanya, dengan kemajuan zaman saat ini, dengan kompleksitas yang ada di dalam Human Capital, kita tidak mendasarkan suatu proses kerja yang tidak berbasis pada teknologi. Terutama mengambil keputusan-keputusan tidak akan semudah itu jika hanya menggunakan data-data yang sederhana.

Dengan People Analytics, human resource dapat melakukan proses rekrutmen dengan sangat efektif, manajemen kinerja yang optimal, retensi karyawan, hingga menganalisis data untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi di tempat kerja.

Namun, tidak semua perusahaan bisa mencapai People Analytics yang optimal. Perusahaan lebih sering melakukan tracking tetapi lupa untuk melakukan analytics. Di era teknologi modern ini justru human resource didorong untuk tidak lagi hanya berhenti di tahap seperti matrix, benchmarking dan prediktif saja, tetapi juga sampai di tahap preskriptif.

“Kita (Human Resource) saat ini lebih sering melakukan tracking seperti benchmark, scorecard, hingga survey. Tetapi lupa untuk melakukan analytics, dari correlation, causation, hingga prediction.” Ucap Aswin Januarsyaf, CEO dan Founder dari Talentlytica.

Untuk menjawab tantangan itu, Talentlytica bekerjasama dengan PMSM Indonesia menggelar acara Coffee C-Suite Chat dengan tema "2024 Human Resource Vision: Transformative People Analytics for Talent Predictions".

Acara ini menghadirkan tiga orang pembicara yang sudah expert di bidang Human Resource. Yang pertama, Heriyanto Agung Putra, yang merupakan Vice President Director of Zurich & Chairman of PMSM Indonesia dengan pengalaman di ranah Human Capital  yang sudah lebih dari 25 tahun, termasuk di Bank Danamon dan Garuda Indonesia.

Yang kedua, Aswin Januarsyaf, yang merupakan salah satu dari 5 ahli psikometri dan teknologi terbaik di Indonesia dan memiliki pengalaman lebih dari 23 tahun di di bidang pengembangan sumber daya manusia.

Dan yang terakhir Andy Purwandi, seorang Direktur dari PT Galva Galindra Multi Cipta yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di berbagai perusahaan terkait.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan insight para pemimpin human resource terkait perkembangan dan teknologi human resource saat ini, memberikan ruang bagi para pemimpin human resource untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman, hingga Membangun jejaring antar pemimpin ini dari berbagai perusahaan.

Dalam sesinya, Heriyanto Agung Putra, menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan terkemuka tidak hanya berfokus pada model bisnis, namun juga pada model operasi dan teknologi yang memungkinkan hal tersebut dan dilakukan secara terus-menerus.

Melalui studi kasus dan pemahaman peran dalam People Analytics dalam memprediksi talent di perusahaan, acara ini diharapkan dapat membantu para praktisi human sesource dalam mengatasi tantangan Talent Management di perusahaan mereka.

Talentlytica adalah Perusahaan Teknologi Assessment di Indonesia yang dimulai pada tahun 2017, dengan memiliki layanan Software as a Service (Saas) di bidang Human Resource. Kami percaya bahwa Talent adalah keunggulan paling penting dalam organisasi atau perusahaan.

Talentlytica hadir sebagai terobosan baru dan inovatif dalam melakukan assessment untuk membantu Tim HR dalam pengambilan keputusan terkait Talent menggunakan data dan analisis, serta menghilangkan bias individu melalui pendekatan yang efektif dan efisien.


Sementara, PMSM Indonesia adalah asosiasi profesional yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia yang berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para praktisi human resource di Indonesia.

Pewarta: Pewarta Antara

Editor : Feru Lantara


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2024