Pemerintah Kota Sukabumi memaksimalkan keberadaan Bank Sampah Kota Sukabumi (Bascimi) dalam menanggulangi masalah sampah di Kota Sukabumi, Jawa Barat sekaligus meningkatkan perekonomian warga.

"Bascimi ini memiliki banyak fungsi selain untuk membantu program Pemkot Sukabumi dalam menanggulangi masalah sampah, tempat pembuangan sampah mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan daur ulang atau recycle (TPS3R) juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian warga," kata Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji di Sukabumi pada Sabtu (20/1).

Menurut Kusmana, Bascimi ini juga bisa menjadi solusi untuk menangani masalah sampah di Kota Sukabumi khususnya sampah plastik. Di mana sampah yang berasal dari rumah tangga kemudian dipilah untuk didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomi.

Baca juga: Sekda Sukabumi: jika dimanfaatkan sampah bisa bernilai ekonomi tinggi
Baca juga: Puluhan warga lansia di Citarik bekerja mengelola sampah

Sehingga, keberadaan bank sampah harus dimaksimalkan agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menambah penghasilan seperti Bascimi yang berada di Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang yang manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat sekitar.

"Keberadaan bank sampah ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar dengan menjual sampah yang bisa didaur ulang atau mengolah sampah menjadi produk baru. Kami juga terus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah dan mendaur ulang sampah," tambahnya.

Sementara, Koordinator TPS3R BASCIMI Asep Juhadi, bank sampah yang dikelola oleh pihaknya telah memiliki 12 pekerja dan 4 ribu nasabah aktif yang telah membantu Pemkot Sukabumi dalam mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul di Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

Baca juga: Volume Sampah Di Sukabumi 120 Ton/hari

Selain mengurangi beban sampah di Kota Sukabumi, keberadaan Bascimi ini menjadi tempat warga untuk menambah pendapatan sampingan. Sampah rumah tangga yang telah dipilih dan dipilah oleh warga kemudian ditimbang dan dibeli dengan harga disesuaikan jenis sampahnya. Sampah-sampah yang berasal dari masyarakat ini kemudian di daur ulang menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi.

Pewarta: Aditia Aulia Rohman

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2024