Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mencatat okupansi hotel di Kawasan Wisata Puncak, Bogor, melebihi 50 persen menjelang libur panjang perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Nataru (Natal dan Tahun Baru) sudah lumayan. Sudah ada perkembangan. Untuk hotel yang berbintang rata-rata sudah di atas 50 persen," kata Sekretaris PHRI Kabupaten Bogor Boboy Ruswanto di Cibinong, Bogor, Jumat.

Ia memprediksi angka tersebut akan terus meningkat, karena berdasarkan pengalaman libur Natal dan Tahun Baru sebelumnya, tingkat okupansi hotel di Kawasan Puncak bisa mencapai 70 persen.

Boboy memperkirakan kepadatan di Kawasan Puncak, Bogor, akan terjadi pada Sabtu (29/12), mengingat 1 Januari 2024 bertepatan dengan Senin.

Baca juga: Libur Lebaran, okupansi hotel di Puncak Bogor capai 70 persen

"Sabtu-Minggu, dua malam sebelum Tahun Baru diharapkan semua hotel sudah penuh terisi," kata Boboy.

Di samping itu, ia mengingatkan para wisatawan untuk selalu waspada mengenai melonjaknya kasus COVID-19. Ia mengimbau para pengelola hotel dan restoran menjalankan protokol kesehatan.

"Karena sekarang sudah mulai diumumkan COVID (mulai melonjak kembali), maka protokol kesehatan perlu dijalankan," ujarnya.

Baca juga: Perhatikan aturan, Disbudpar Cianjur dukung kegiatan di akhir tahun

Baca juga: Volume kendaraan di Jalur Puncak Bogor meningkat selama libur sekolah

Baca juga: Pemkab Bogor mengoptimalkan akses kawasan wisata Puncak II


Baca juga: PHRI Kota Bogor ungkapkan okupansi hotel mulai meningkat

Sementara, Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro menyebutkan pihaknya melibatkan 875 personel untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru, terutama di Kawasan Puncak, Bogor.

"Ada 875 personel yang kami terjunkan, semua disebar ke titik-titik kemacetan, salah satu fokusnya itu di Puncak," kata dia.

Ia menjelaskan, pelibatan ratusan personel Kepolisian itu untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan lalu lintas di beberapa titik rawan terjadi kemacetan.

Rio mengungkapkan bahwa selain mengandalkan personel Satuan Lalu Lintas, pihaknya juga berkolaborasi dengan lintas instansi seperti TNI, Pemerintah Kabupaten Bogor, hingga organisasi masyarakat dan kepemudaan.

Baca juga: PHRI Kota Bogor: okupansi hotel tertahan 50 persen

"Nanti akan kami bahas juga soal rekayasa-rekayasa lalu lintasnya. Seperti pengamanan di Rest Area Puncak apakah itu nanti bisa jadi tempat penampungan sementara atau seperti apa. Itu akan dilihat dari jumlah kendaraan yang naik ke Puncak," ungkap Rio.

Pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Bogor juga akan didukung dengan pendirian pos pengamanan untuk petugas yang berjaga.

“Oleh sebab itu kami meminta dukungan seluruh masyarakat agar bisa bekerja sama kepada seluruh pemerintah daerah dan TNI Polri kita bisa sama-sama untuk menjaga pam nataru ini dengan baik,” ujarnya.
 

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023