Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kahuripan mencatat telah membagikan 8,7 juta liter air bersih bersama Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selama kemarau yang menyebabkan kekeringan.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Abdul Somad di Cibinong, Bogor, Rabu, menyebutkan bantuan air bersih dibagikan kepada warga terdampak kekeringan di ratusan desa yang ada di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

"Bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Bogor dan Damkar Kabupaten Bogor untuk menyediakan 8.792.500 liter air bersih bagi masyarakat Kabupaten Bogor terdampak bencana kekeringan," kata Abdul Somad.

Pendistribusian air bersih dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat melalui call center tanggap darurat bencana kekeringan yang terpusat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

Baca juga: Tirta Kahuripan Bogor pastikan ketersediaan air bersih saat peralihan musim

"Ini jadi komitmen kami untuk mengoptimalkan penanganan kekeringan di Kabupaten Bogor. Debit air di Sungai Cisadane juga masih bagus untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat," terangnya.

Perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Bogor ini juga memastikan ketersediaan air bersih selama peralihan musim dari kemarau ke musim hujan.

Abdul Somad menyebutkan sejak awal November curah hujan kembali normal sehingga debit air baku dari sungai dan mata air kembali normal.

Namun, selama peralihan musim atau pancaroba kerap kali terjadi kondisi cuaca tak menentu disertai angin kencang dan curah hujan tinggi yang berpotensi mengganggu proses produksi air bersih.

Baca juga: Perumda Tirta Kahuripan Bogor raih dua penghargaan dalam dua pekan

Kondisi cuaca ekstrem, kata dia dapat mengganggu pengolahan air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) karena tingkat kekeruhan air tinggi. Kemudian, di beberapa wilayah rawan bencana juga berisiko terjadi putusnya jaringan pipa air distribusi dampak longsor.

"Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan telah melakukan mitigasi bencana untuk mencegah kerugian yang lebih besar baik dengan antisipasi jangka pendek maupun jangka menengah," kata Abdul Somad.

Sebagai upaya jangka pendek, perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Bogor ini memastikan ketersediaan stok pompa, genset, perpipaan, bahan kimia yang sesuai dengan kondisi kekeruhan air baku sungai, serta menyiagakan 11 unit mobil tangki apabila terjadi gangguan pengaliran.

Kemudian, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan juga telah bekerjasama dengan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) untuk mendapatkan informasi keadaan debit air di hulu sungai dalam memantau cemaran limbah di sungai, sehingga saat dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor untuk dilakukan penindakan.

Baca juga: Tirta Kahuripan beri diskon khusus biaya penyambungan kembali langganan air

Abdul Somad mengungkapkan, dalam penanganan jangka panjang pihaknya menjalin kerja sama dengan pihak swasta dalam hal peningkatan teknologi pengolahan air sekaligus untuk menjawab tantangan risiko krisis atas air di saat kondisi cuaca ekstrem.

Menurut dia, perlu juga keterlibatan para pelanggan untuk menjaga ketersediaan air di rumah masing-masing, serta peran masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai sebagai sumber air baku.

“Untuk mengantisipasi gangguan pengaliran diharapkan pelanggan dapat menampung air dengan toren di saat pengaliran masih lancar, memantau info gangguan dan progres perbaikannya di media sosial Instagram perumdaairminumtirtakahuripan," kata Abdul Somad.(KR-MFS)

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023