Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menganugerahkan Penghargaan Wirakarya Adhitama kepada Dorodjatun Kuntjoro-Jakti atas kontribusi dan jasanya bagi almamater, bangsa dan negara.

Dekan FEB UI Teguh Dartanto di Kampus UI Depok, Rabu, mengatakan Wirakarya Adhitama adalah penghargaan yang diberikan untuk tokoh FEB UI. Tokoh tersebut memiliki jasa besar dengan pengabdian untuk sivitas akademika FEB UI, serta bagi bangsa dan negara tanpa putus.

“Profesor Dorodjatun adalah tokoh yang pantas mendapatkan apresiasi tersebut. Beliau itu cendekiawan, begawan, yang selalu bekerja keras dalam pengabdian. Hasil karyanya mengharumkan nama bangsa dan negara serta mendapatkan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Teguh.

Penganugerahan Penghargaan Wirakarya Adhitama ini merupakan puncak acara dari seluruh rangkaian kegiatan dari Dies Natalis FEB UI Ke-73.

Oleh karena itu, menurut Teguh, eksistensi dan pencapaian besar FEB UI saat ini tak terlepas juga dari peran besar tokoh-tokoh hebat seperti Dorodjatun.

Teguh menegaskan semangat Dorodjatun dalam keilmuan dan dunia profesionalisme begitu kuat. Dorodjatun dinilai selalu menciptakan lingkungan yang penuh kecerdasan dan kebijaksanaan.


Baca juga: FEB UI : Ekosistem Ekonomi Syariah dan industri halal dorong Indonesia Emas 2045

Dorodjatun adalah contoh nyata bahwa kebaikan dapat diwujudkan melalui pemberian ilmu kepada sesama, sehingga banyak yang memandangnya sebagai sosok yang cerdas, murah hati, dan selalu memotivasi.

“Beliau adalah sosok yang penuh dedikasi tak henti-hentinya menginspirasi dan memberikan kontribusi positif kepada sekitarnya demi kemajuan bersama, terutama sebagai pembagi ilmu yang antusias,” lanjut Teguh.

Dalam penganugerahan penghargaan tersebut, Dorodjatun mengenang saat awal dirinya menjadi mahasiswa baru yang saat itu masih Fakultas Ekonomi (FE) UI.

Dia masuk pada Semester I Tahun Akademi 1959. Dorodjatun kemudian mendalami isu-isu pembangunan ekonomi dan bisnis. Padahal sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama dan atas, Dorodjatun sangat kuat di bidang ilmu pasti dan pengetahuan alam dan memiliki cita-cita untuk masuk ITB bukan FE UI.
Namun, free will dikalahkan dengan bigger will untuk mengabdi pada bangsa.

Dorodjatun mendalami masalah pembangunan ekonomi serta bisnis Indonesia selalu menjadi fokus pembelajaran di almamaternya tersebut. Baik dalam bidang pengajaran, penelitian maupun praktik.

Baca juga: Dekan FEB UI berharap mahasiswa kembangkan manajemen internasional

“Tugas-tugas penelitian di LPEM, sejak era kepemimpinan Dr Ali Wardana sampai dengan saya sendiri belasan tahun kemudian ditunjuk dekan untuk menjadi Direktur LPEM FE UI, jelas telah memungkinkan saya untuk diangkat sebagai Guru Besar FE UI dalam disiplin Perencanaan Ekonomi. Untuk itu semua, saya sungguh berhutang besar kepada FE yang pertama di Indonesia ini,” ujar Dorodjatun.

Pada kesempatan tersebut, Rektor UI Ari Kuncoro juga menceritakan kenangan bersama Dorodjatun pada 1986-1988.

Menurut Ari, Dorodjatun telah mengajarkan Ari untuk memahami konteks pada setiap situasi. Hal ini yang mendorong Ari untuk memberi judul “Tribute untuk Prof. Dorodjatun: Dari Headline Watching ke Data Analytic dan Kembali ke Headline Watching” pada closing remarks-nya pada penganugerahan Wirakarya Adhitama tersebut.

“Kalau Pak Djatun itu rajin mengirimkan kliping ya, Pak. Saya ngerti, dan saya hubungkan itu dengan situasi 1986. Jadi harus tahu konteks. Nah sekarang sudah dikasih nama, Pak. Namanya ‘headline watching’,” tutur Ari.

Dalam acara itu hadir pula Darmin Nasution. Alumni FEB UI yang pernah menjabat Menteri Koordinator Perekonomian Kabinet Kerja, dan Gubernur Bank Indonesia.

Baca juga: Guru besar FEB UI kaji peran desentralisasi fiskal bagi pembangunan daerah

Darmin mengatakan saat dirinya menjadi mahasiswa di FE UI, Dorodjatun adalah sosok dosen muda yang atraktif, sekaligus aktivis dengan pengetahuan yang luas.

Dorodjatun menurut Darmin adalah sosok cerdas dengan minat yang luas dan banyak. Ketika berbicara terkait ekonomi, perhatian Dorodjatun selalu melebar.

“Dia bisa bicara mengenai sejarah ekonomi, sejarah ilmu ekonomi, sejarah ekonomi Indonesia, bicara filsafat ekonomi, bicara teori ekonomi, bicara macam-macam. Jadi mulai dari politik ekonomi, ekonomi, sosiologi, dan dia sangat terampil di dalam mengikuti dinamika dunia, blok-blok ekonomi di dunia,” tutur Darmin.

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023