Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meresmikan Pasar Tradisional Tanah Baru di Kota Bogor, Jawa Barat, yang dirancang sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI) untuk menciptakan pasar rakyat yang bersih, aman, dan nyaman bagi pengunjung.

“Saya berharap Pasar Tanah Baru bisa menjadi ikon bisnis yang menggerakkan roda perekonomian warga Kota Bogor,” kata Zulkifli, Rabu.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya. Peresmian pasar yang terletak di Jalan Raya Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, ini dirangkaikan dengan peresmian Pasar Pamoyanan.

Baca juga: Pasar Tanah Baru Kota Bogor direvitalisasi dengan anggaran dari Kemendag

Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pasar tradisional merupakan jantung perekonomian rakyat. Karena itu ia berpesan kepada segenap pihak terkait agar pasar rakyat yang sudah dibangun dapat dikelola dan dipelihara dengan baik secara konsisten dan berkelanjutan sehingga dapat mendukung aktivitas perdagangan dan perekonomian Kota Bogor.

“Saya memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan Pasar Rakyat Tanah Baru di Kota Bogor ini,” kata Mendag.

Pasar Tanah Baru direvitalisasi dengan menggunakan anggaran Dana Tugas Pembantuan Tahun Anggaran 2021 senilai Rp4 miliar dengan realisasi senilai Rp3.836.586.998 melalui penugasan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 98 Tahun 2020.

Pasar Rakyat Tanah Baru Kota Bogor ini dibangun untuk menampung 140 pedagang, yang terdiri dari 14 unit kios dan 126 unit los. Jumlah pedagang ini sudah terdata secara by name by address, ada yang menjual bahan pokok, sayuran, kuliner, dan pakaian.

Baca juga: Komisi III dan Perumda PPJ gelar rapat kerja bahas pembangunan Pasar Jambu Dua

Menurut Mendag, seiring pergerakan ekonomi Indonesia, selain membangun atau merevitalisasi pasar rakyat, Kementerian Perdagangan juga mendorong pedagang dan pengelola pasar rakyat ke dalam ekosistem digitalisasi pasar rakyat.

“Langkah ini penting sebagai antisipasi agar pedagang pasar rakyat dapat bersaing dengan pedagang yang berjualan secara online,” ungkap Mendag.

Mendag Zulkifli Hasan pun menjelaskan transformasi digital pada proses bisnis pedagang pasar rakyat bersifat end to end di mana transaksi yang biasanya dilakukan secara offline berbentuk tunai atau manual menjadi online di mana bisa dibayar dengan cara non tunai, digital, atau berbasis aplikasi.

"Harga-harga relatif stabil. Bahkan cabai cenderung turun. Harga beras tidak naik, tapi belum turun," jelas Mendag.

Baca juga: Mendag sebut kenaikan impor barang konsumsi sejalan dengan IKK

Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan Pemerintah Kota Bogor sedang menata pasar-pasar yang berada di tengah kota dan akan dialihkan ke pinggiran kota untuk mencegah kemacetan dan kekumuhan.

"Mengenai pasar di Bogor menjadi pusat perhatian Pak presiden Jokowi, beliau melihat menjadi pusat kemacetan. Maka dari itu pasar kami alihkan ke pinggiran kota, salah satunya pasar Tanah Baru ini," ujarnya.

Bima menyebutkan harga bahan pokok di Pasar Tanah Baru antara lain telur ayam Rp26.000 per kg dan daging sapi Rp110.000 per kg. Sementara, daging ayam Rp35.000 per kg, cabai rawit Rp65.000 per kg, bawang merah Rp27.000 per kg dan bawang putih Rp30.000 per kg.

Harga minyak goreng kemasan masih di kisaran Rp16.000 per liter-Rp18.000 per liter dan Minyakita Rp14.000 per liter. Harga beras Rp12.500 per kg-Rp14.000 per kg.

Pewarta: Linna Susanti

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023