Semarang (Antara Megapolitan) - Seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Setiya Aji berbisnis perkebunan bunga seluas 20 hektare di Dusun Ngasem, Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

"Saya sudah mengembangkan bisnis ini selama satu tahun," katanya di Semarang, Jawa Tengah, Kamis.

Setiya mengatakan bisnis tersebut bermula dari kunjungan yang dilakukan oleh teman-temannya ke kebun pribadi Setiya. Dari kunjungan tersebut, teman-temannya mengambil foto dan mengunggahnya ke media sosial.

"Dari situ banyak yang tertarik untuk datang, tidak hanya teman tetapi juga masyarakat umum," katanya.

Keberhasilannya mendatangkan banyak pengunjung rupanya menarik petani setempat untuk mengikuti jejak mahasiswa Fakultas Teknik tersebut. Bahkan, saat ini total lahan yang telah dijadikan perkebunan bunga sudah 20 hektare.

"Untuk masuk ke lahan ini kami menyediakan enam akses. Dengan begitu pengunjung tidak perlu berdesak-desakan ketika ingin masuk ke area perkebunan bunga," katanya.

Sementara itu, diakuinya jika awalnya perkebunan bunga tersebut hanya dibuka pada akhir pekan dan hari libur lainnya, saat ini destinasi wisata baru ini sudah dibuka setiap hari.

"Kalau dulu pengelola khususnya belum ada, jadi tidak bisa buka setiap hari. Kalau sekarang sudah dikelola secara khusus jadi dibuka setiap hari agar pengunjung yang datang tidak kecewa," katanya.

Untuk jumlah pengunjung, Setiya mengatakan saat ini di kisaran 200 pengunjung/hari. Meski mulai banyak yang datang dan menikmati destinasi tersebut, tarif masuk masih Rp7.500/orang.

Para pengunjung berasal dari sejumlah kalangan, termasuk mahasiswa dalam dan luar kota. Ada pula mahasiswa dari luar negeri yang sedang  "study tour" ke Semarang.

"Dengan semakin banyaknya jumlah pengunjung yang datang ini harapan saya ke depan pemerintah dapat menjadikan desa ini sebagai desa wisata," katanya. (Ant).

Pewarta: Aris Wasita Widiastuti

Editor : M. Tohamaksun


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017