Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menggelar apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana memasuki musim penghujan.

"Saya menginstruksikan seluruh jajaran BPBD, TNI/Polri, Dinas Perhubungan, kemudian relawan tanggap bencana untuk melakukan upaya peningkatan kesiapsiagaan," kata Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan di Stadion Mini Cibitung, Selasa.

Dia mengatakan, mengacu informasi prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di wilayah Jawa Barat mulai terjadi pada Desember 2023 dan berlangsung hingga Februari 2024.

Baca juga: Pemkab Bekasi naikkan status darurat bencana kekeringan dari siaga jadi tanggap bencana

Sedangkan di wilayah Kabupaten Bekasi diperkirakan curah hujan mulai Desember 2023, berlanjut pada Januari-Maret 2024 dengan intensitas rendah hingga tinggi.

Dirinya mengaku implementasi kesiapsiagaan bencana pada tahap awal telah dilakukan dengan membentuk klaster logistik penanggulangan bencana daerah dalam rangka optimalisasi pelayanan logistik dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.

Pemerintah daerah juga telah menerbitkan surat edaran tentang imbauan yang memuat mitigasi bencana banjir, banjir kiriman, angin putih beliung, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Baca juga: BPBD: Kabupaten Bekasi berstatus siaga bencana hidrometeorologi sepekan ke depan

"Apel yang dilakukan hari ini bertujuan untuk menyiapkan diri dan mengupayakan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan ke depan. Kami juga sudah menerbitkan surat edaran kemungkinan-kemungkinan bencana yang tidak terduga," katanya.

Imbauan lain meliputi waspada terhadap cuaca ekstrem, membuat resapan air di setiap pembangunan, melakukan pendataan, serta pemantauan bencana longsor dan banjir, menggiatkan gerakan "Jumat Bersih", meningkatkan sosialisasi, edukasi dan mitigasi pencegahan, serta mengaktifkan pos komando siaga darurat bencana.

Kemudian setiap kecamatan diwajibkan melakukan rapat koordinasi dan mewaspadai penyakit akibat bencana hidrometeorologi, serta monitoring secara rutin untuk mendapatkan informasi peringatan dini.

Baca juga: Wilayah Kabupaten Bekasi masih berstatus siaga bencana

"Imbauan yang saya berikan membangun kesadaran masyarakat bahwa bencana ini adalah urusan bersama, bukan hanya urusan pemerintah semata," katanya.

Dani berharap partisipasi aktif dari seluruh unsur masyarakat karena peran mereka vital dalam menghadapi potensi ancaman bencana di wilayah Kabupaten Bekasi. Selain itu, budaya gotong royong, kerelawanan, serta kedermawanan sangat dibutuhkan untuk aksi kemanusiaan.

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023