Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Muhammad Jusuf Kalla menegaskan pentingnya persatuan negara-negara Islam di Timur Tengah dalam upaya bersama membela bangsa Palestina dari penjajahan Israel.

"Marilah kita bersatu dengan negara-negara Islam di timur tengah bersama-sama membela bangsa Palestina dari penjajahan Israel,” kata Kalla saat orasi dalam acara Aksi Akbar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina di Monas, Jakarta, Minggu.

Dia menegaskan bahwa jutaan massa yang berkumpul dalam aksi tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk memberikan dukungan dan doa bagi kemerdekaan Palestina.

Baca juga: Rakyat Palestina adalah yang pertama akui kemerdekaan Indonesia

"Saudara-saudara semuanya perlu diketahui niat pertama pada jutaan orang yang hadir saat ini adalah untuk membantu serta mendoakan kemerdekaan Palestina,” ujarnya.

Menurut JK, keikutsertaannya dalam aksi tersebut untuk mencerminkan rasa solidaritas dan kepedulian terhadap nasib bangsa Palestina, yang telah lama berjuang untuk meraih kemerdekaan dan kedaulatan mereka di tengah konflik yang berkepanjangan.

Dia percaya bahwa dengan bersatu dan berupaya bersama negara-negara dan individu dari seluruh dunia, dapat meraih hak bangsa Palestina untuk hidup dalam perdamaian dan merdeka.

Baca juga: Menag ajak seluruh masyarakat Indonesia shalat gaib untuk Palestina

Menurut dia, saling membantu dan mendoakan merupakan hal yang sangat penting dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan serta menghentikan semua kejahatan yang meresahkan dan tindakan pembunuhan massal yang terjadi di tanah Palestina.

0Saya berharap semua yang ada disini dapat saling mendoakan, saling membantu dan memperjuangkan kemerdekaan dan menghentikan semua kejahatan yang membinasakan dan pembunuhan besar-besaran di bumi Palestina,” katanya.

Baca juga: Din Syamsudin: Aksi bela Palestina hari ini simbol kebersamaan bangsa Indonesia yang cinta damai

Aksi Akbar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina juga turut dihadiri oleh sejumlah pejabat negara yakni Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Pewarta: Rivan Awal Lingga

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023