Bayi tanpa tempurung kepala atau anensefali (anencephaly) asal Pamanukan Subang dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Hasan Sadikin Bandung setelah mendapat penanganan awal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang.

"Pasien bayi tanpa tempurung kepala itu kiriman dari Puskesmas Pamanukan," kata Direktur RSUD Subang, Ahmad Nasuhi, saat dihubungi di Subang, Rabu.

Anencephaly merupakan cacat tabung saraf yang seringkali ditandai dengan hilangnya sebagian besar area otak dan juga tengkorak.

Baca juga: RSUD Subang terapkan kehadiran via fingerprint
Baca juga: Wabup Subang berharap RSUD terus tingkatkan mutu pelayanan

Bayi dengan keadaan tanpa tempurung kepala kiriman dari Puskesmas Pamanukan itu atas nama Klarisa Amelia Putri, berusia 21 bulan.

Setelah sampai di RSUD Subang, Rabu siang, pasien bayi Klarisa langsung mendapatkan penanganan dari Dokter Spesialis Anak Rana R di Poliklinik Anak RSUD Subang.

Penanganan Klarisa didampingi dan disaksikan langsung oleh Direktur RSUD Subang, Kepala Dinas Kesehatan Subang, serta pejabat Kementerian Sosial (Kemensos).

"Pasien bayi Klarisa datang ke RSUD Subang sekitar jam 11.00 WIB, langsung dilakukan anamnesa (kegiatan wawancara antara pasien/keluarga pasien dengan dokter atau tenaga kesehatan). Kemudian diperiksa oleh dr Rana SpA," katanya.

Baca juga: RSUD Subang berbenah untuk peningkatan kualitas pelayanan dan kinerja

Namun setelah dilakukan pemeriksaan, kata dia, perlu tindakan lebih lanjut dan tidak memungkinkan dilakukan di RSUD Subang, maka bayi Klarisa langsung dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung.

Pasien dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung dengan diantar oleh Tim Kesehatan RSUD Subang, menggunakan mobil ambulans ICU Jawara RSUD Subang.

Nasuhi menyampaikan pihaknya membantu fasilitasi dalam sistem rujukan secara eksklusif, sehingga Klarisa bisa mendapatkan perawatan langsung dari pihak RS Hasan Sadikin Bandung. 

Pewarta: M.Ali Khumaini

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023