Hama tikus dan penggerek batang menyerang areal persawahan seluas 642 hektare di sejumlah daerah sekitar Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Kabid Perkebunan dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang, Dadan Danny, saat dihubungi di Karawang, Jumat, menyampaikan bahwa hama tikus dan penggerek batang ini menyerang areal sawah di hampir seluruh kecamatan.

Sesuai dengan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang per 30 September 2023, dari 642 hektare areal sawah yang terserang hama, seluas 255 hektare di antaranya terkena serangan hama tikus. Sedangkan luas areal sawah yang kini terancam hama tikus mencapai 1.930 hektare.

Baca juga: Bupati Karawang: Pengendalian hama jadi kunci menjaga produksi padi di musim kemarau
Baca juga: Wereng coklat masih menjadi ancaman pada 2018

"Untuk areal sawah yang terserang hama penggerek batang seluas 387 hektare, dan yang terancam hama penggerek batang luasnya mencapai 3.117 hektare," kata Dadan.

Ia menyampaikan, serangan hama tikus dan penggerek batang itu tersebar di hampir seluruh kecamatan sekitar Karawang. Atas hal tersebut, kini pihaknya bersama para petani melakukan upaya penanganan atau pengendalian serangan hama tikus dan penggerek batang.

Dikatakannya, untuk penanganan hama penggerek batang, UPTD Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama penyuluh dan petani melakukan gerakan pengendalian melalui kegiatan penyemprotan insektisida.

Baca juga: IPB bahas strategi pengendalian hama wereng

Sementara untuk pengendalian hama tikus, UPTD Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama penyuluh dan petani melakukan gerakan gropyokan.

Dalam gerakan gropyokan ini, dilakukan pencarian lubang tikus untuk ditangkap menggunakan alat seperti cangkul, sabit, dan alat pembasmi hama berbau belerang yang dimasukkan ke dalam lubang tikus tersebut. Kegiatan gropyokan ini merupakan bagian dari kearifan lokal.

"Sampai sekarang, gerakan gropyokan dan gerakan penyemprotan insektisida masih terus dilakukan, agar serangan hama tikus dan penggerek batang tidak semakin parah," katanya.

Pewarta: M.Ali Khumaini

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023