Pengamat politik Ujang Komarudin menilai penundaan prngumuman kandidat calon wakil presiden yang akan mendampingi Anies Baswedan pada Pemilu 2024 berpotensi merugikan bagi Anies. 

"Penundaan kandidat cawapres tentu merugikan kandidat capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan," kata Ujang, melalui sambungan telepon di Subang, Minggu. 

Meski demikian, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review itu menyebutkan kalau penundaan pengumuman kandidat cawapres adalah bagian dari permainan "injury time".

"Ini (pengumuman kandidat cawapres), akan bermain di 'last minute' dan saat ini prosesnya tarik ulur," katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Ormit Political Consulting (Ormit), Bandot D Malera, mengatakan Anies Baswedan berpotensi dirugikan jika penundaan kandidat cawapres terus terjadi.

"Anies jelas akan kehilangan momentum sebagai sosok penggerak perubahan jika berlama-lama dalam menentukan pasangannya," kata dia.
 
Ia menilai, langkah NasDem yang tak ingin terburu-buru dalam hal menentukan kandidat cawapres terhadap Anies menunjukkan ketidaksiapannya.

Menurut dia, sebagai partai politik yang pertama kali mengusung Anies Baswedan sebagai kandidat capres, NasDem seharusnya lebih proaktif dalam penetapan kandidat cawapres.

Disebutkan kalau situasi politik saat ini merupakan saat yang tepat, terlebih kondisi internal di PDI Perjuangan disebut-sebut sedang mengalami gejolak.

Bandot menyampaikan untuk semakin mempererat dan menggerakkan mesin politik KPP, pengumuman kandidat cawapres menjadi krusial.

"Kenapa perlu segera diumumkan kandidat cawapres? Konsolidasi dukungan akan lebih mudah dilakukan dan partai dapat bekerja maksimal untuk pemenangan," katanya.

Pewarta: M.Ali Khumaini

Editor : Budi Setiawanto


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023