Ratusan desa di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, berisiko terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang dampak dari fenomena alam El Nino.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, di Purwakarta, Senin, mengatakan, kalau ratusan desa di daerahnya bereisiko menghadapi kekeringan pada musim kemarau panjang dampak fenomena El Nino.

Di sekitar Purwakarta terdapat 183 desa dan sembilan kelurahan, tersebar di 17 kecamatan.

Baca juga: Purwakarta siapkan ribuan relawan untuk antisipasi bencana dampak El Nino

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, potensi kekeringan pada musim kemarau panjang tahun ini terjadi di 176 desa.

Dari 176 desa tersebut, sebanyak 160 desa di antaranya berpotensi mengalami kekeringan tingkat sedang dan 16 desa lainnya berpotensi kekeringan tingkat tinggi.

Untuk mengantisipasinya, bupati mengaku telah memerintahkan dinas terkait untuk mengoptimalkan berbagai infrastruktur sumber daya air.

Secara khusus, Anne meminta para camat dan kepala desa di seluruh Purwakarta untuk memaksimalkan infrastruktur sumber daya air seperti waduk, embung, kolam retensi dan penyimpanan air buatan lainnya.

Baca juga: Purwakarta optimalkan puluhan embung antisipasi El Nino terhadap pertanian

Sebelumnya bupati telah meminta Dinas Pangan dan Pertanian mewaspadai ancaman kekeringan dari dampak El Nino di bidang pertanian. Hal itu bisa dilakukan dengan mengoptimalkan embung-embung yang ada di wilayah Purwakarta.

"Di antara dampak buruk dari El Nino adalah kekeringan. Sehingga mengurangi ketersediaan air untuk pertanian. Kita punya puluhan embung yang bisa dioptimalkan dalam mengantisipasi kelangkaan air pertanian," kata Anne.

Sesuai dengan data Dinas Pangan Dan Pertanian Purwakarta, di daerah itu terdapat 33 embung.

Embung-embung itu tersebar di 30 desa di sepuluh kecamatan meliputi Kecamatan Bojong, Darangdan, Wanayasa, Kiarapedes, Pondoksalam, Plered, Maniis, Pasawahan, Cibatu dan Kecamatan Campaka.

Baca juga: Pemkab Purwakarta gulirkan program sumur resapan di kecamatan rawan kekeringan

Menurut bupati, secara umum semua embung itu berfungsi baik sebagai penampung air. Jadi selama musim kemarau yang berat dampak El Nino nanti, embung-embung itu bisa dimanfaatkan petani sebagai sumber air pertanian.

Embung merupakan bangunan konservasi air berbentuk kolam untuk menampung air hujan dan air limpahan atau air rembesan.

Embung akan menyimpan air di musim hujan, kemudian airnya dapat dimanfaatkan pada musim kemarau atau saat kekurangan air. (KR-MAK)

Pewarta: M.Ali Khumaini

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023