Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat tengah mencari solusi dengan melakukan kajian dan mempelajari dari sisi internal dan eksternal penyebab terjadinya tawuran pelajar.

"Makanya kami diagnosa dengan bahasa pemerintahannya kita kaji dengan akademisi," kata  Wali Kota Depok Mohammad Idris di Depok, Kamis.

Idris mengatakan istilah orang sakit, harus didiagnosa dulu penyakitnya apa, jangan sampai semua pusing kita kasih obat pusing, tapi tidak tahu jantungnya lemah, dan tidak tahunya paru-parunya bermasalah, ini yang harus kita selesaikan.

Baca juga: Legislator: Tawuran siswa di Depok memprihatinkan

Pihak komite dan kepala sekolah, serta pengawas juga terus diingatkan agar memberikan edukasi bagi pelajar tentang bahaya tawuran.

"Komite, kepala sekolah, dan pengawas itu selalu ingatkan pelajar, bisa dengan games dan segala macamnya," ujarnya.

Menurutnya, aksi kekerasan atau baku hantam atau tawuran ini, jika sudah terjadi menjadi ranah dari pihak Kepolisian.

Baca juga: Memutus rantai dendam warisan alumni agar pelajar tak lagi tawuran

"Tindakan-tindakan kriminal (tawuran) yang harus diselesaikan oleh kepolisian dan berkolaborasi tentunya dengan TNI dan Pemerintah Kota dalam hal ini Satpol PP," ujarnya.

Kasus-kasus tawuran yang menewaskan pelajar acapkali terjadi di Depok hingga membuat resah siswa, orang tua dan aparat pemerintahan. 

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023