Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila (UP) menjadi tuan rumah dengan menggelar ASEAN Tourism Research Association (ATRA) Tourism Forum ke-12 yang diselenggarakan selama dua hari mulai 16-17 Maret 2023.

Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila Devi Roza Kausar, Ph.D di sela-sela acara, Kamis, mengatakan ATRA Forum Tourism dihadiri delegasi dari Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Australia, merupakan forum yang strategis untuk mengeksplorasi peluang bagi penguatan jejaring riset antarperguruan tinggi pariwisata di kawasan ASEAN.

"Hal ini penting karena riset, keahlian, dan kompetensi pariwisata memiliki peran esensial sebagai penggerak integrasi kawasan yang memiliki keragaman seperti ASEAN," kata Devi.

Konektivitas antarnegara ASEAN dan masyarakatnya diyakini menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing, inklusivitas, dan ikatan komunitas. Kegiatan pariwisata mampu mengambil peran sentral dalam mewujudkan konektivitas tersebut.

Baca juga: Universitas Pancasila kembali tambah doktor Ilmu Farmasi lulusan kedelapan

Devi mengatakan Indonesia yang saat ini sebagai Ketua ASEAN sangat tepat waktu, karena segala pusat kegiatan ASEAN berada di Indonesia. "Dengan pertemuan ini bisa meningkatkan kolaborasi ASEAN saling belajar satu sama lain yang diharapkan bisa menjadi input untuk kebijakan-kebijakan," katanya pula.

Presiden ATRA Prof. Dr. Neethiahnanthan Ari Ragavan dari Taylor’s University Malaysia mengemukakan bahwa konektivitas yang mencakup hubungan fisik (misalnya transportasi dan TIK), hubungan antarinstitusi (seperti perdagangan dan jasa), dan ikatan antarmasyarakat/komunitas (contohnya pendidikan, budaya, dan pariwisata), merupakan fundamen penting bagi pencapaian pilar ekonomi, politik, keamanan, dan sosial budaya bagi komunitas ASEAN yang terintegrasi.

"ATRA Tourism Forum ke-12 ini bertujuan untuk mendiskusikan peran pariwisata dalam meningkatkan konektivitas antarmasyarakat, antarinstitusi –khususnya antar institusiperguruan tinggi dan antarnegara melalui pariwisata," ujar Prof. Neethiahnanthan.

Dalam forum tersebut, Dr. Agoes Tinus Indrianto dari Universitas Ciputra Surabaya mengemukakan bahwa Cerita Panji yang berakar dari masa Kerajaan Majapahit telah diadaptasi di banyak negara ASEAN, dan karenanya sangat potensial diangkat sebagai paket wisata budaya lintas negara.

Baca juga: Menparekraf dorong sektor pariwisata dikembangkan secara inklusif dan berkelanjutan

Hal senada disampaikan Prof. Pornpisanu Promsivapallop dari Prince of Songkla University Thailand yang memaparkan potensi gastronomi sebagai kegiataan wisata yang memiliki konektivitas dan mampu mendorong integrasi ASEAN.

Direktur Hubungan Antar Lembaga Kemenparekraf Dra Yulia, MT yang hadir memberikan sambutan menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah memetakan isu-isu strategis terkait konektivitas pariwisata dalam ASEAN Tourism Forum 2023 yang digelar di Yogyakarta Februari 2023.

Para menteri pariwisata ASEAN juga telah menyepakati ASEAN Tourism Strategic Plan 2016-2025 untuk mewujudkan konektivitas melalui pariwisata.

Diskusi yang mengemuka dalam ATRA Tourism Forum ini adalah Cerita Panji dan Gastronomi yang berpeluang meningkatkan konektivitas ASEAN melalui pariwisata.

Baca juga: Universitas Pancasila tambah prodi teknik Perkeretaapian

Konektivitas antarnegara ASEAN dan masyarakatnya diyakini menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing, inklusivitas, dan ikatan komunitas.

Kegiatan pariwisata mampu mengambil peran sentral dalam mewujudkan konektivitas tersebut. Wisata bertemakan Cerita Panji serta wisata gastronomi merupakan dua contoh aktivitas wisata yang memiliki akar budaya lintas batas negara ASEAN dan mampu menjadi jembatan penghubung konektivitas tersebut.

Wisata bertemakan Cerita Panji serta wisata gastronomi merupakan dua contoh aktivitas wisata yang memiliki akar budaya lintas batas negara ASEAN dan mampu menjadi jembatan penghubung konektivitas tersebut.

Turut hadir dalam ATRA Tourism Forum ini, delegasi dari James Cook University–Australia, Universitas Ciputra Surabaya, STP Trisakti Jakarta, dan sejumlah undangan lainnya.

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023