Purwakarta (Antara Megapolitan) - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Musyawarah Daerah IX Partai Golkar Kabupaten Karawang sudah tuntas, meski dalam prosesnya sempat terjadi kebuntuan atau "deadlock".

"Sri Rahayu Agustina akhirnya jadi Ketua DPD Partai Golkar Karawang dan Suryana jadi Sekretaris," katanya, kepada Antara, di Purwakarta, Jumat.

Sri Rahayu itu sendiri hingga kini masih tercatat sebagai Wakil Ketua DPRD Karawang dan Suryana anggota Komisi C DPRD Karawang.

Kedua anggota legislatif tersebut sempat bersaing memperebutkan kursi Ketua DPD Partai Golkar Karawang.

Untuk Sekretaris Partai Golkar yang lama, Timi Nurjaman, melalui Musyawarah Daerah IX Partai Golkar, menjadi Ketua I DPD Partai Golkar Karawang.

Ia mengatakan, dua kandidat yang sempat bersaing pada Musda IX, Sri Rahayu dan Suryana, itu sudah sepakat berbagi tugas dan wewenang untuk memajukan Partai Golkar.

"Musda Golkar Karawang sudah beres, meski dalam pelaksanaannya sempat terjadi `deadlock`," kata Dedi.

Sementara itu, Musda Golkar Karawang yang digelar Kamis (23/6) sempat mengalami "deadlock". Itu terjadi setelah Ketua Partai Golkar Karawang yang lama, Dadang S Muchtar, meninggalkan lokasi Musda.

Aksi meninggalkan lokasi Musda Golkar Karawang yang dilakukan Dadang itu kemudian diikuti kader partai lain yang merupakan pendukung kandidat tertentu.

"Pada malam itu juga, kita langsung menyelesaikan permasalahan yang muncul pada Musda Golkar tersebut," kata Dedi Mulyadi.

Pewarta: M. Ali Khumaini

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2016