Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menjadi tuan rumah Kongres Komunitas Bioteknologi Asia yang diselenggarakan di Bali, untuk membicarakan perkembangan bioteknologi guna mendukung pemulihan masyarakat dunia terdampak pandemi COVID-19.

Rektor Universitas Indonesia, Prof. Ari Kuncoro, dalam keterangannya, Selasa mengatakan belajar dari pengalaman kita menghadapi pandemi COVID-19, kita dapat melihat betapa pentingnya kolaborasi antarnegara terutama di bidang bioteknologi.

Ia mengatakan pengembangan rapid test, pengembangan vaksin dan lainnya, perlu dilakukan secara bersama untuk ke depannya dapat membantu pemulihan masa pandemi dan pascapandemi. Hal ini sejalan dengan tema G20, Recover Together, Recover Stronger.

Baca juga: Mahasiswa FTUI ciptakan aplikasi 'MAJA' edukasi energi nuklir remaja
Baca juga: Mahasiswa FTUI berhasil raih 'gold medal' hasil inovasi atasi krisis air Jakarta

Sementara itu Dekan FTUI Prof. Dr. Heri Hermansyah mengatakan konferensi internasional ini, akhirnya dapat terlaksana setelah sebelumnya tertunda selama tiga tahun akibat dampak pandemi COVID-19.

Mulai dari Senin (3/10), ada 294 makalah dari 909 peserta yang berasal dari 17 negara dipresentasikan.

Selanjutnya ada 61 orang pembicara dari 18 negara juga turut berbagi pengalaman dan pengetahuan pada 50 sesi yang diselenggarakan secara hibrid di Bali.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh FTUI bekerja sama dengan the Asian Federation of Biotechnology, the European Federation of Biotechnology, Indonesian Biotechnology Consortium dan Universitas Udayana.

Baca juga: FTUI tawarkan panduan pengaturan ruang visual di wisata Labuan Bajo

Kongres internasional ini diadakan pada 3-5 Oktober 2022. Ada 15 topik terkait menjadi fokus the 15th Asian Congress on Biotechnology (ACB) 2022 diselenggarakan bersama dengan symposium internasional tahunan FTUI, the 7th International Symposium on Biomedical Engineering (ISBE).

Bioteknologi Pertanian dan Pangan, Mikrobiologi Terapan, Nanobioteknologi, Biosensor, dan Biochip, Bioproses dan Bioseparasi, Bioteknologi Lingkungan, Rekayasa Jaringan dan Biomaterial, Bioenergi dan Biorefinery, masih banyak lagi topik yang dibicarakan dan didiskusikan selama 3 hari penyelenggaraan acara.

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022