Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengerahkan 9.209 petugas melakukan sensus sosial ekonomi melalui kegiatan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022.

"Tujuannya, kita akan mendata seluruh penduduk dan outputnya adalah pemeringkatan jumlah penduduk secara kesejahteraan," ungkap Kepala BPS Kabupaten Bogor, Gandari Aju Fatimah usai rapat koordinasi Regsosek di Sentul, Bogor, Senin.

Menurutnya, sebanyak 9.209 petugas ditarget melakukan sensus kepada 1,7 juta kepala keluarga yang berdomisili di Kabupaten Bogor dalam rentang waktu satu bulan, yakni 15 Oktober - 14 November 2022. Kemudian datanya akan dirilis pada tahun 2023.

Baca juga: Pemkab Bogor gandeng BPS dan IPB University lakukan diseminasi profil anak
Baca juga: BPS Bogor lakukan sensus 49.888 rumah tangga dengan 83 pertanyaan

"Kalau secara estimasi 1,7 juta kepala keluarga, tapi itu bisa lebih karena kondisi sekarang (jumlah penduduk) sudah normal kembali (berkurang akibat pandemi). Seperti mahasiswa mereka juga akan didata," terangnya.

Gandari menjelaskan bahwa basis data Regsosek 2022 ini akan diserahkan kepada pemerintah untuk dijadikan sebagai landasan dalam menentukan arah kebijakan.

"Nanti ada forum konsultasi publik di 2023, nanti pesertanya kepala desa, ketua RT dan mereka yang akan mengamini. Jadi ketika keluar itu bukan lagi data BPS melainkan ini data kita bersama yang sudah disepakati bersama. Intinya BPS hanya melakukan pendataan," papar Gandari.

Baca juga: Jumlah pengangguran di Kabupaten Bogor berkurang sebanyak 50.127 orang

Ia menerangkan, BPS akan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam melakukan pendataan awal Regsosek 2022. Dirinya menganggap, dukungan dan kolaborasi sangat diperlukan dalam penyelenggaraan Regsosek mencakup pendataan, pemanfaatan serta pemutakhiran data.

Sementara, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bogor, Hadijana di tempat yang sama menyebutkan, data Regsosek ini akan menjadi kunci dan memberikan banyak manfaat dalam berbagai program pembangunan.

"Pendataan Regsosek perlu pengawalan, pengamanan dan publisitas dari semua pihak sehingga menghasilkan data yang akurat," terang Hadijana.

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022