Bogor, 7/7 (ANTARA) - Soher Bajali (15), pemuda asal Sindang Barang Loji RT 01/ RW 13 Desa Loji, Kecamatan Bogor Barat, mendatangi kantor Polsek Ciomas untuk melaporkan peristiwa pengeroyokan yang dialaminya hingga menyebabkan rahangnya patah, Sabtu.

Soher datang melapor didampingi sang ayah Sarif Hidayat dan sejumlah anggota organisasi kemasyarakat Gerakan Rakyat Bogor Bersatu (GR2B).

Menurut keterangan Sahir, anaknya mengalami penganiayaan oleh sejumlah orang pada 27 Juni 2012.

"Karena penganiayaan ini anak saya mengalami luka-luka, bibir pecah, kepala memar dan rahang patah," kata Sarif.

Sarif menuturkan, kronologis peristiwa penganiayaan terjadi mulai pada saat Soher dan temannya Fajar Firmansyah pergi untuk membeli rokok dan gorengan sekitar pukul 00.30 WIB.

Saat itu, sepeda motor yang dikendarai Fajar melintas di jalan dekat perumahan Villa Ciomas Indah Blok P Desa Ciomas Rahayu Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor.

anpa disengaja, sepeda motor yang mereka tumpangi menyenggol pengendara lain, dan terjatuh. Saat itu, oleh sejumlah orang mereka diteriaki maling dan dihajar beramai-ramai.

"Saat balik kembali, sepeda motor anak saya dihadang oleb orang, dan diteriaki maling. Mereka lalu dikejar sampai jatuh dari motor," kata Sarif.

Saat motor mereka terjatuh, Fajar berhasil melarikan diri, sementara Soher tidak sempat sehingga dihajar oleh massa yang berjumlah sekitar sembilan orang.

Lebih lanjut dijelaskan Ipank, kakak korban, pihaknya sempat melaporkan peristiwa tersebut ke aparat kepolisian pada 1 Juli, namun ditolak. Hingga akhirnya kasus itu mendapat perhatian dari ormas GR2B yang langsung menemani korban untuk melapor.

Soher didampingi keluarga, GR2B mendatangi Mapolsek Ciomas dan melaporkan peristiwa yang dialaminga kepada Polsek Ciomas AKP Wijayanti dan disaksikan juga oleh sejumlah awak media.

"Kami hanya meminta aparat kepolisian menindak para pelaku pengeroyokan ini. Karena perbuatan mereka adik saya mengalami sakit seperti ini," katanya.

Sementara itu, Ketua GR2B Harry Ara menilai peristiwa main hakim sendiri yang dilakukan oleh warga telah membuat orang lain menderita.

"Kita meminta aparat kepolisian untuk menyelidiki kasus ini. Meski mereka dari masyarakat kecil aparat kepolisian harus mengayominya. Kita akan lihat, apakah polisi masih bersikap tidak peduli terhadap rakyat kecil," katanya.
 

Laily R
 

Pewarta:

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2012