Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat unjuk keberhasilan berjalannya program pemulihan ekonomi yang ramah lingkungan dalam isu perubahan iklim dan pemanasan global di forum G20 di IICC Bogor.
 
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor Anas Rasmana kepada ANTARA di Kota Bogor, Kamis, mengatakan sejumlah upaya mengatasi masalah lingkungan dan keberhasilan pemulihan ekonomi salah satunya melalui pertanian di tengah kota atau urban farming telah dipaparkan di hadapan perwakilan negara-negara G20.

"Sesuai isu yang hangat dibicarakan, yakni perubahan iklim, pemanasan global yang berdampak pada ketahanan pangan kami sampaikan program-program yang telah berjalan di forum ini," kata Anas.

Baca juga: Pemerintah Kota Bogor dorong koperasi lebih berperan dalam pemulihan ekonomi
 
Anas yang berkesempatan memberikan sambutan pada pembukaan Techical Workshop G20 di IICC Bogor pada Rabu (3/8), kata dia, telah memaparkan program Kota Bogor dalam mengatasi pencemaran sungai Ciliwung dan Cisadane dengan cara naturalisasi dan urban farming dalam program Bogor Berkebun yang didukung 10 kelompok tani.
 
Technical workshop G20 di IICC Bogor berlangsung dari tanggal 3-5 Agustus. Perwakilan negara-negara yang hadir di antaranya, Australia, Jepang dan India.

Ditambah kebijakan bebas asap dan iklan rokok dan uji emisi kendaraan bermotor sebanyak tiga kali dalam sebulan dengan mengkonversi angkutan umum kota (angkot) dengan bus ukuran sedang Biskita Trans Pakuan.

Baca juga: Bima Arya apresiasi HIPMI bantu pulihkan ekonomi masyarakat Kota Bogor di masa pandemi
 
Kepala DKPP Kota Bogor itu mengemukakan, sebagai langkah memulihkan ekonomi selaras dengan adaptasi perubahan iklim dan antisipasi pemanasan global, Pemerintah Kota Bogor percaya bahwa mempertahankan 100 hektare agrowisata, salah satunya 12 hektare sawah di kampung tematik di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan dengan julukan 'Surga yang tersisa' sangat tepat.
 
Selain Mulyaharja ada juga kampung tematik lain di antaranya Kampung Durian Rancamaya, Kampung Alpukat Pamoyanan, Kampung Manggis di Situ Gede.

Di samping itu, Pemkot Bogor juga memiliki program Bogor tanpa plastik, kemudian ada program uji emisi setiap bulan tiga kali kepada pengguna kendaraan di Kota Bogor, di samping kita menerapkan Bogor bebas rokok atau bebas asap dan iklan rokok.

Baca juga: Kongres ke-5 JKPI bahas pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata

"Kalau ada kesempatan perwakilan negara-negara G20 bisa melihat Mulyaharja, akan terlihat keseriusan kita dalam agrowisata dan urban farming. Tapi bisa presentasi di hadapan mereka pun semoga jadi ajang promosi dan koordinasi yang baik," katanya.

Pewarta: Linna Susanti

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022