Organisasi nirlaba global Forest Stewardship Council (FSC) kini sedang mengembangkan Jaringan Perdagangan Kayu Tropis Berkelanjutan dan platform Info Hub yang didukung oleh Program UN-REDD Lower Mekong Initiative.

"Kami berharap produsen dan pembeli kayu tropis di Kawasan Asia Pasifik yang telah disertifikasi oleh standar FSC, termasuk dalam industri konstruksi, dapat bergabung dengan jaringan ini untuk akses pasar yang berkelanjutan," kata Head of Market Development FSC untuk Kawasan Asia Pasifik, Jayco Fung melalui taklimat media yang diterima dari FSC Indonesia di Bogor, Jawa Barat, Selasa.

FSC adalah organisasi nirlaba global yang didedikasikan untuk mempromosikan pengelolaan hutan yang bertanggung jawab di seluruh dunia

Baca juga: FSC sebut bahan kayu lebih ramah lingkungan pada konstruksi bangunan

Sertifikasi FSC memastikan bahwa hasil hutan dikelola dan dipanen secara bertanggung jawab.

Ia menjelaskan peran FSC untuk mempromosikan pasar kayu tropis di kawasan Asia Pasifik terus dilakukan.

"Untuk memastikan bahwa ketersediaan pasokan dan permintaan untuk bahan kayu tropis bersertifikat FSC lebih mudah diakses, kami sedang mengembangkan Jaringan Perdagangan Kayu Tropis Berkelanjutan tersebut," kata Jayco Fung.

Sementara itu FSC Indonesia Country Manager Hartono Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia juga telah memulai menggunakan kayu yang telah tersertifikasi FSC.

Baca juga: FSC sebut 26 ribu hektare hutan rakyat sudah tersertifikasi

"Sehingga selain proses pembuatannya ramah lingkungan, kayunya juga berasal dari pengelolaan hutan yang tersertifikasi FSC," katanya.

Ia memberi contoh itu dengan dibangunnya perpustakaan mini (microlibrary) di Semarang, Jawa Tengah, bernama "Warak Kayu" yang seluruhnya menggunakan kayu yang telah tersertifikasi ekolabel.

Sedangkan Budi Hermawan dari PT. Kayu Lapis Indonesia mengatakan sebagai bagian dari komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pihaknya menerapkan pengelolaan hutan yang lestari dengan standar FSC sejak 2011 dan SVLK (Indonesia Legal Wood) sejak 2013, serta pemanfaatan bahan baku yang efisien dan rendah emisi di seluruh rantai pasok.

Baca juga: FSC luncurkan standar sertifikasi SPH bagi Petani-Hutan di Yogyakarta

Kolaborasi antara produsen kayu lapis yang berkelanjutan dengan desain arsitektur sehingga menghasilkan desain yang cantik, katanya, juga didorong sebagai satu paket edukasi pasar untuk produk desain yang berkelanjutan.

Hasilnya adalah konstruksi kayu prefabrikasi yang berkelanjutan, tanpa limbah, hemat energi dan waktu karena konstruksi dapat dikerjakan dengan cepat.

Contoh kolaborasi tersebut dapat dilihat hasilnya antara lain pada Microlibrary Warak Kayu di Semarang, dan Buranchi di Alam Sutera Tangerang, Banten, demikian Budi Hermawan.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: FSC kembangkan jaringan perdagangan kayu tropis berkelanjutan

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022