Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sukabumi Jawa Barat menyebutkan kasus COVID-19 di kota tersebut hingga saat ini masih berfluktuasi dan bisa saja jumlah pasien yang terpapar akan bertambah.

"Kasus COVID-19 di Kota Sukabumi masih naik turun, seperti pada pekan lalu terjadi peningkatan jumlah warga yang terkonfirmasi positif. Namun pada saat ini jumlahnya kembali turun, sehingga warga harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan," kata Juru Bicara Satgas Percepatan Penangangan COVID-19 Kota Sukabumi Wahyu Hendrayana di Sukabumi, Selasa (19/7).

Data yang dihimpun dari Satgas Percepatan COVID-19 Kota Sukabumi, peningkatan jumlah pasien terjadi pada Rabu, (13/7) di mana bertambah tiga warga yang terkonfirmasi positif sehingga total pasien COVID-19 aktif sebanyak empat orang yakni masing-masing dua pasien menjalani isolasi mandiri maupun di rumah sakit.

Kemudian pada Jumat, (15/7) jumlah pasien kembali bertambah dua orang sehingga jumlahnya menjadi enam pasien, dua pasien menjalani isolasi di RS dan empat pasien isolasi mandiri. Namun, pada Selasa, (19/7) kasus COVID-19 berkurang di mana satu pasien yang menjalani isolasi di RS sudah dinyatakan sembuh dan satu pasien lainnya yang awalnya diisolasi di RS memilih pulang atau melaksanakan isolasi mandiri di rumahnya.

Baca juga: Vaksinasi COVID-29 pelajar di Sukabumi dipercapat imbangi PTM
Baca juga: Status PPKM Kabupaten Sukabumi sudah turun ke level 1

Menurut Wahyu, warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut diduga tertular saat melakukan perjalanan ke luar Kota Sukabumi, karena seperti diketahui beberapa daerah saat ini tengah terjadi peningkatan kasus COVID-19.

"Pada Selasa ini pasien COVID-19 tinggal lima orang seluruhnya menjalani isolasi mandiri. Untuk total kasus dari awal 2022 hingga hari ini mencapai 3.115 pasien, sebanyak 3.103 pasien diantaranya sudah dinyatakan sehat dan tujuh meninggal dunia," tambahnya.

Wahyu mengimbau dan mengingatkan masyarakat sebagai antisipasi terjadinya kembali lonjakan kasus COVID-19 di daerah berjuluk Kota Mochi ini yakni tidak menganggap enteng keberadaan virus ini, karena siapapun masih bisa tertular tak terkecuali mereka yang sudah menjalani vaksinasi

Maka dari itu, warga yang hendak beraktivitas di luar rumah agar menggunakan masker apalagi yang berada di lokasi tempat berkumpulnya masyarakat dan kerumunan. Selain itu, pemerintah pusat pun telah memberikan imbauan kepada warga yang beraktivitas di tempat keramaian, ruang tertutup, tempat umum dan lokasi rawan lainnya diwajibkan untuk menggunakan masker untuk meminimalisir penularan virus yang bisa menyebabkan kematian tersebut.

Pewarta: Aditia Aulia Rohman

Editor : Riza Harahap


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022