Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa delapan daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Menurut peringatan dini yang disampaikan oleh BMKG, kebakaran hutan dan lahan rawan terjadi di wilayah Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Malaka, sebagian kecil Timor Tengah Utara, Sumba Timur, serta seluruh Kota Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua.

"Daerah-daerah potensial itu berstatus sangat mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan," kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang BMKG Agung Sudiono Abadi di Kupang, Senin.

Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi yang sangat kering, alang-alang dan dedaunan bisa terbakar dan memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah-daerah yang rawan.

"Kondisi angin kencang yang bersifat kering juga membuat potensi karhutla meluas semakin tinggi," katanya.

Agung mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah-langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan, antara lain dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Baca juga: BMKG keluarkan peringatan dini karhutla di Pulau Timor NTT
Baca juga: BMKG keluarkan peringatan dini karhutla di wilayah NTT
Baca juga: KLHK terus siaga antisipasi karhutla memasuki musim kemarau

Pewarta: Aloysius Lewokeda

Editor : Riza Harahap


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022