Menteri Pertanian Syahrul Yasin mengemukakan, "Young Ambassador 2022" yang digagas Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian untuk memacu sektor pertanian agar lebih maju.

Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan tertulisnya, Selasa menyatakan, pihaknya selalu mendorong sumber daya manusia (SDM) di dunia pertanian menjadi yang unggul, profesional dan adaptif, karena SDM menjadi kunci penting dalam pembangunan pertanian untuk menghadapi berbagai tantangan dan ancaman.

Menurut Syahrul, saatnya para agen perubahan di bidang pertanian menjadi delegasi di masyarakat. Mereka harus mampu mengubah persepsi anak muda tentang pertanian yang selalu dianggap kotor.

"Masyarakat luas harus tahu bahwa pertanian itu profesi yang penting di Indonesia," katanya.

Baca juga: 49 wirausaha muda pertanian ikuti Bootcamp Young Ambassador

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, kemajuan pertanian turut didukung generasi milenial karena memiliki semangat berinovasi yang tinggi untuk melakukan cara-cara yang baru terhadap penanganan pertanian yang maju, mandiri dan modern.

"Bila kalian para 'Young Ambassador' ini hebat maka sektor pertanian ke depan akan hebat, melejit tak hanya di dalam negeri tetapi hingga ke mancanegara," katanya.

Namun sebaliknya bila "Young Ambassador" melempem maka pembangunan pertanian dipastikan tidak akan berjalan. "Maka saya berpesan bahwa kelanjutan pembangunan sektor pertanian ini ada di pundak kalian, menjadi tanggung jawab kalian," kata Dedi.

Baca juga: Kementan lakukan studi banding untuk tingkatkan wawasan pemasaran pertanian

Project Manager Program YESS, Inneke Kusumawati menjelaskan, milenial yang mengikuti "Young Ambasador" sangat antusias. Sejak dibuka pendaftaran 14-20 Maret 2022, peserta yang terseleksi mencapai 49 peserta dengan rincian 39 laki-laki dan 10 perempuan.

"Mereka berasal dari 17 provinsi di Indonesia yang merupakan pengajuan dari UPT Pelatihan (9 orang), UPT Pendidikan (20 orang) dan BPH DPM (20 orang). Semua merupakan pengusaha dan petani milenial yang hebat," katanya.

Mereka berasal dari sub-sektor tanaman pangan, hortikultura (sayur, buah, flori dan tanaman obat), perkebunan (kopi, kelapa sawit) dan peternakan (kambing, domba, telur puyuh, ayam dan lainnya).

Baca juga: Kementan tingkatkan kapasitas penyuluh pertanian di kawasan "food estate"

Seleksi kemudian dilanjutkan dengan mengikuti pembekalan (bootcamp) 24-29 Maret 2022. Selama 6 hari mereka dibekali dengan wawasan tentang agribisnis yang kuat agar dapat menyampaikan informasi tentang peluang di sektor pertanian, kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif.

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022