Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) meraih Juara 1 Conference Scientific Paper pada ajang Asian Medical Students’ Association (AMSA).

"Berkaca dari kondisi pandemi saat ini, yang masih terus-menerus berusaha ditekan, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah berbagai negara dalam melakukan formulasi intervensi yang tepat terkait bagaimana menurunkan angka kejadian Covid-19," kata Ayers Gilberth Ivano Kalaij mewakili tim dari FKUI dalam keterangannya, Selasa.

Ia menambahkan sayangnya kepatuhan terhadap intervensi #stayathome berupa karantina, sekarang ini masih rendah.

Kami membuat suatu meta-analisis terkait faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan terhadap intervensi #stayathome dan memberikan rekomendasi hal-hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aturan ini, dengan harapan menurunkan angka kejadian COVID-19.

Baca juga: FKUI: Angka kematian pasien COVID-19 tinggi akibat penyakit bawaan

Rekomendasi tersebut kami harapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk menyempurnakan regulasi yang ada sekarang.

Ayers Gilberth Ivano Kalaij (FKUI 2018) bersama anggota timnya, yaitu Nathaniel Gilbert Dyson (FKUI 2019), Valerie Josephine Dirjayanto (FKUI 2019), dan Stella Kristi Triastari (FKUI 2019)

Ayers dan sebelas mahasiswa lain dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) membawa pulang satu kemenangan dari tiga kategori yang diraih FKUI di ajang ilmiah internasional East Asian Medical Students’ Conference (EAMSC) 2022 Online Academic Competition yang diselenggarakan oleh Asian Medical Students’ Association (AMSA) Internasional.

Selain Ayers, tim yang diketuai oleh Syaharani Martiza Hakim (FKUI 2020) berhasil meraih juara dua pada kategori Conference Film Auvert (jenis kategori pada kompetisi tersebut).

Baca juga: FKUI-RSCM: COVID-19 varian Omicron berhubungan dengan gangguan psikosomatic

Tim yang beranggotakan Cokorda Istri Agung Dewinta Adnyani (FKUI 2020), Alisha Damara Praditya (FKUI 2020), dan Muhammad Candrika Agyawisnu Yuwono (FKUI 2020) membuat karya film yang ditampilkan pada EAMSC 2022 dengan judul “A Bitter Truth”.

"A Bitter Truth merupakan karya film Auvert yang terinspirasi dari kondisi nyata keseharian masyarakat Indonesia terkait bidang sosio-ekonomi akibat dampak dari pandemi Covid-19. Melalui video ini, kami berharap masyarakat juga dapat mempertimbangkan tantangan ekonomi yang dihadapi orang lain, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akibat pandemi Covid-19," kata Syaharani.

Dalam ajang kompetisisi yang sama, prestasi lain diperoleh dari kategori Conference Scientific Poster, melalui tim yang terdiri dari Nathaniel Gilbert Dyson (FKUI 2019), Valerie Josephine Dirjayanto (FKUI 2019), Aldithya Fakhri (FKUI 2019), dan Stephanie Amabella Prayogo (FKUI 2019).

Baca juga: FKUI miliki big data center Imeri-Idealab kelola mahadata kesehatan

Mereka meraih juara tiga dengan menampilkan poster yang berjudul "Effectiveness of Digital Handwashing Intervention as a Breakthrough to Control COVID-19 and Transmissible Disease Outbreaks: A Meta-Analysis of Clinical Trials".

Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB mengapresiasi pencapaian mahasiswa FKUI pada EAMSC 2022 tersebut dan mengatakan pencapaian ini juga suatu bukti bahwa mahasiswa FKUI mampu menyeimbangkan diri untuk berprestasi secara akademis, maupun dalam berorganisasi seperti melalui AMSA-Internasional.

"Pencapaian ini seharusnya dapat menjadi inspirasi mahasiswa lainnya untuk mengukir prestasi yang terbaik, guna mengharumkan nama FKUI, UI, dan Indonesia di kancah internasional," ujar Prof. Ari.

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022