Karawang (Antara Megapolitan) - Sekitar 1,5 juta warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang terdaftar sebagai pemilih pada Pemilihan Umum Kepala Daerah serentak mendatangi tempat pemungutan suara, untuk mencoblos pasangan calon bupati/wakil bupati pilihannya, Rabu.

"Masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih bisa mendatangi TPS di lingkungannya masing-masing," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum setempat Risza Affiat, di Karawang.

Bagi masyarakat yang tidak terdaftar sebagai pemilih tetapi memenuhi syarat sebagai pemilih, mereka bisa menggunakan hak pilihnya dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).

Mereka yang akan menggunakan hak pilihnya dengan menunjukkan KTP harus diketahui petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau petugas TPS, dan hanya dibolehkan mencoblos pada siang hari.

Pada Pilkada tahun ini, KPU Karawang menyiapkan 2.628 TPS, tersebar di 309 desa/kelurahan sekitar 30 kecamatan se-Karawang.

Pantauan Antara, masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih mendatangi TPS di sekitar lingkungan rumahnya masing-masing sejak pagi hari atau sejak pukul 7.30 WIB.

Mereka yang menggunakan hak pilihnya ada yang datang ke TPS bersama keluarga, serta ada pula yang datang sendirian.

Pilkada Karawang diikuti enam pasangan calon bupati/wakil bupati. Di antaranya pasangan calon dari jalur perseorangan Nace Permana/Yenih, pasangan Akhmad Marjuki/Dedi Gumelar (PDIP, Hanura dan PBB) serta Cellica Nurrachadiana/Ahmad Zamakhsyari (Demokrat, PKB, PAN).

Tiga pasangan calon lainnya, Daday Hudaya/Edy Yusuf (jalur perseorangan), Nanan Taryana/Asep Agustian (jalur perseorangan) serta pasangan Saan Mustopa/Iman Sumantri (Golkar, Gerindra dan NasDem.

Pewarta: M. Ali Khumaini

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2015