Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) bersepakat dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam mengelola pendokumentasian dan kearsipan daerah.
 
Ketua Presidium JKPI, Bima Arya dalam keterangan tertulis yang diterima di Kota Bogor, Sabtu, mengatakan salah satu persoalan besar bangsa adalah menghargai masa lalu. Banyak yang menafsirkan masa lalu hanya romantisme, padahal masa lalu modal menatap masa depan.
 
"Jas Merah (Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah). Ketika kita gagal merancang masa depan karena keterbatasan kita memiliki data-data masa lalu. Dari soal hal yang remeh temeh hingga soal berbangsa dan bernegara," jelasnya.
 
Menurut Bima, kesadaran bahwa nilai-nilai sejarah bukan hanya untuk diarsipkan namun juga perlu komitmen untuk menjaganya di setiap daerah.

Baca juga: Wali Kota Bogor laporkan hasil kongres JKPI kepada Presiden Jokowi
 
Oleh karena itu, baginya penandatanganan nota kesepahaman dengan Perpusnas dan ANRI itu dilakukan Bima Arya, Kepala Perpusnas  Muhammad Syarif Bando dan Kepala ANRI Imam Gunarto yang turut dihadiri Direktur Eksekutif JKPI, Nanang Asfarinal di Gedung Perpusnas Jakarta pada Jumat (4/3), menjadi sangat penting sebagai warisan masa depan.
 
"Tugas utama kita menyadari ini, bukan hanya administrasi tetapi banyak nilai yang harus dijaga. Jadi saya rasa harus ada yang fokus dan konkret," tuturnya.
 
Dalam kesempatan itu ia mengusulkan beberapa program ke depan, yakni kampanye besar pentingnya pengarsipan dan pendokumentasian hari ini dan membuka kembali arsip yang ada.
 
Kemudian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi dinas, bagaimana melakukan pendokumentasian dan pengarsipan.
 
Selain itu, masing-masing kepala daerah di JKPI perlu mampu membangun galeri kota (city gallery) atau apapun namanya untuk mewariskan apa yang sudah dicapai saat menjabat.
 
Baca juga: Presiden Jokowi menerima Anugerah Bakti Utama Pusaka
 
"Di Bogor ada beberapa opsi. Opsi pertama ada Gedung Blenong yang akan diserahkan Pak Menteri Sofyan Djalil. Opsi kedua perpustakaan di Balai Kota. Warisan dalam bentuk museum atau perpustakaan," katanya.
 
Pada perpustakaan yang ditargetkan rampung 2024, kata Wali Kota Bogor, akan menampilkan cerita, suka duka hingga sepak terjang wali kota dari masa ke masa yang juga bisa menjadi salah satu obyek wisata.
 
"Selain itu program yang masuk ke segmentasi generasi muda agar menyadari terhadap warisan masa lalu tidak hanya fisik, tapi dalam bentuk nilai dan makna," katanya.
 
Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando berharap usulan program ini bisa menjangkau kota dan kabupaten di JKPI. Terutama dalam menggali potensi yang dimiliki masing-masing daerah.
 
Dia juga mengusulkan agar ke depan di setiap daerah membuat buku yang memuat kejayaan masa lalu dari setiap kabupaten/kota, termasuk artefak. "Ini saya kira luar biasa," katanya.
 
 Baca juga: Kongres ke-5 JKPI menetapkan delapan ibu kota kebudayaan
 
Untuk membahas lebih lanjut, pihaknya akan melakukan rapat bersama antara Bupati/Wali Kota anggota JKPI dengan Perpusnas dan ANRI di Yogyakarta akhir Maret 2022.
 
"Nanti Pak Sultan (Gubernur DIY) akan memberi arahan," ujarnya.
 
Menurutnya, nanti apa yang dihasilkan di Yogyakarta akan menghimpun kurang lebih 250 budayawan dan pakar.
 
Kepala ANRI Imam Gunarto menilai program ini adalah tantangan dari Ketua JKPI mengenai kampanye besar tentang Arsip dan perpustakaan untuk mengelaborasi 'Jas Merah'.
 
"Kami akan rumuskan konkret seperti apa, kita akan kerja sama," jelasnya.

Pewarta: Linna Susanti

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022