Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengaku gencar melakukan vaksinasi anak usia 6-11 tahun demi terlaksananya kembali pembelajaran tatap muka (PTM).

"Kalau anak-anak sudah divaksin, mereka terlindungi, menjelang pembelajaran tatap muka, orang tua lebih tenang melepas anak-anak ke sekolah karena terlindungi dari COVID-19," ungkap Bupati Bogor sekaligus Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin usai meninjau vaksinasi anak usia 6-11 di Cariu, Bogor, Rabu.

Ia menyebutkan, saat ini vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Bogor sudah mencapai 37,8 persen atau 209.257 orang untuk dosis pertama, dan 0,13 persen atau 703 orang untuk dosis kedua dari target 553.605 orang.

Baca juga: Kabupaten Bogor tunggu pasokan vaksin COVID-19 untuk vaksinasi penguat
Baca juga: Kasus COVID-19 di kabupaten Bogor terjadinya lonjakan

Menurutnya, langkah percepatan vaksinasi anak dilakukan dengan pendataan di sekolah mulai dari tingkat TK hingga SD, kemudian menyiapkan SDM vaksinasi dan logistik untuk pelaksanaan vaksinasi.

"Saya mengajak para orang tua agar berpartisipasi aktif mengajak anak-anaknya untuk segera mendapatkan vaksin, di sekolah atau di Puskesmas agar anak-anak bisa kembali bersekolah tatap muka dan terlindungi di masa pandemi ini," kata Ade Yasin.

Sementara, Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor, Burhanudin mengaku menargetkan vaksinasi 1.700 anak per hari untuk merampungkan target vaksinasi 553.605 anak pada awal Februari 2022.

Burhan yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor itu mengaku melibatkan TNI dan Polri di Kabupaten Bogor untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi untuk anak-anak.

Baca juga: Satgas COVID-19 Bogor targetkan vaksinasi 553.605 anak usia 6-11 tahun

Selain itu, ia juga berkoordinasi dengan Polres dan Kodim Depok, serta Kota Bogor agar pendataan dapat dilakukan secara terpusat di Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor. Pasalnya, ada dua kecamatan di Kabupaten Bogor, masuk ke wilayah hukum Polres dan Kodim Depok, yakni Kecamatan Bojonggede dan Tajurhalang.

"Sama juga untuk anak-anak sekolah asal Kabupaten Bogor yang bersekolah di Kota Bogor, atau daerah lain terutama yang berada di perbatasan, seperti Depok, Kota Bogor, Tangerang, Sukabumi hingga Cianjur," kata Burhan.

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022