Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) dirasakan manfaatnya oleh para petani daerah, mereka mendapat 'upgrade' keterampilan terkait sistem bertani yang efektif dan efisien.

Para peserta IPDMIP tak hanya mendapat bekal materi semata, melainkan praktik langsung alias terdapat aktivitas outdoor. Salah satunya kegiatan bertajuk Cross Village Visits (Kunjungan Antar Desa). Salah satunya kegiatan bertajuk Cross Village Visits (Kunjungan Antar Desa).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan tertulisnya, Kamis mengatakan bahwa kegiatan Cross Village Visits merupakan proses pembelajaran dari, oleh dan untuk petani.

Menurut SYL-sapaannya- partisipasi kelompok tani memegang peranan penting dalam penyebaran teknologi dan informasi yang melibatkan mereka, dari desa yang mendapatkan Program Sekolah Lapang (SL) dari Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP).

"Partisipasi dalam pembangunan pertanian berperan sebagai jembatan yang menghubungkan antara praktek yang dijalankan oleh petani dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu berkembang," ujarnya.

Baca juga: Pemetaan rantai nilai perkuat kesejahteraan petani

SYL menjelaskan bahwa agar petani dapat melakukan praktik-praktik yang mendukung usahatani, maka dibutuhkan informasi inovasi di bidang pertanian. "Informasi tersebut dapat diperoleh petani melalui Penyuluh Pertanian, media massa, ataupun sesama petani sendiri," jelas dia.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan Cross Village Visits merupakan salah satu dari kegiatan dalam IPDMIP selain Sekolah Lapang (SL), dan Farmer to Farmer. "Termasuk dalam komponen empat peningkatan pendapatan pertanian irigasi," kata Dedi.

Dedi menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan Cross Village Visits di antaranya untuk membuka wawasan pengetahuan dan ketrampilan petani. Dengan demikian mereka semakin termotivasi untuk terus melakukan peningkatan dalam hal budidaya pertanian, dengan memanfaatkan semua potensi yang ada di lingkungan sekitarnya.

Di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, sejumlah kelompok tani dan penyuluh dar kawasan Daerah Irigasi (DI) Cikuray dan Cinenten Kecamatan Cinangka, mengikuti program Cross Village Visits. Kedua daerahnya diketahui sudah melakukan kegiatan SL sejak tahun 2019 yang pesertanya terus berganti setiap tahunnya.

Baca juga: Kementan genjot produktivitas pertanian daerah irigasi

“Ini merupakan salah satu upaya untuk mempercepat transfer teknologi dan juga mempercepat proses penyuluhan kepada petani dengan melibatkan partisipasi kelompoktani yang ada di beberapa desa di Kecamatan Cinangka” ungkap Koordinator Penyuluh Kecamatan Cinangka, Muhaedi.

Peserta pada kegiatan Cross Village Visits kali ini yaitu Kelompok Sumber Rezeki, Kelompok Gogo Ranca, kelompok Bumi Mamareng, Karya Muda, Harapan Amis 2, Harapan Mulya dan Kelompok Muncul yang dirasa sudah mewakili semua desa di Kecamatan Cinangka.

Kunjungan dilakukan ke Kelompok Tani Karya Muda Bakti Desa Rancasanggal Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang. Pada kegiatan yang dilaksanakan selama 4 kali pertemuan yaitu Senin (6/9/2021), Kamis (9/9/2021), Senin (13/9/2021), dan Kamis (16/9/2021), petani belajar dan berbagi ilmu tentang Paket Teknologi Budidaya Tanaman Padi.

"Paket Teknologi Budidaya Tanaman Padi, merupakan tehnik atau metode yang digunakan untuk mendapatkan produktifitas usahatani padi sawah yang meningkatkan hasil secara kuantitas dan kualitas. Adapun paket teknologi budidaya padi sawah yang diterapkan diantaranya, Varietas Unggul Baru (VUB), Sistem Tanam Jajar Legowowo, Tata Guna Air, Pengendalian OPT, dan Pemupukan Berimbang Spesifik Lokasi," beber Muhaedi.

Baca juga: Petani Muda Keren Desa Gobleg berbagi inspirasi dengan Tim IPDMIP

Dari kegiatan Cross Village Visits di Desa Rancasanggal, ke kelompok tani Karya Muda Bakti Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang, para petani banyak menerima pengalaman baru dan ilmu serta keterampilan tentang paket teknologi budidaya padi sawah terutama mengenai sistem tanam jajar legowo.

"Untuk meningkatkan minat dan kemauan mengadopsi dari peserta Cross Village Visits, kita memperlihatkan lahan percontohan yang sudah menerapkan paket teknologi budidaya padi sawah, yaitu dengan menggunakan sistem tanam jajar legowo 2:1 dan 4:1," ungkap Muhaedi.

Kedepannya diharapkan para petani mau mengaplikasikan teknologi ini karena banyak memberikan nilai manfaat bukan hanya dari segi hasil produksi, melainkan dari segi ekonomi juga berdampak positif bagi petani dan keluarganya.

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2021