Bupati Bogor Ade Yasin mengaku tak segan akan mempolisikan wartawan "bodong" yang mengganggu kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat hingga ke tingkat desa.

"Sekarang kami ada Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade). Nah yang begitu-begitu (wartawan bodong) pasti banyak yang mengganggu kades. Suka mencari-cari masalah ujung-ujungnya memeras dan mengancam," ujarnya saat acara Rebo Keliling atau Boling di Klapanunggal, Bogor, Rabu.

Menurutnya, para kades hingga pejabat di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) harus meningkatkan literasi mengenai media dan tidak perlu takut terhadap orang yang mengaku-ngaku sebagai wartawan.

Baca juga: Kades di Bogor diberi pelatihan kelola dana "Satu Miliar Satu Desa"
Baca juga: Ade Yasin ingin hapus empat desa tertinggal di Bogor dengan Samisade

“Selama kades kerjanya benar, ya jangan takut. Kalau memang mengganggu, laporkan saja,” kata Ade Yasin.

Ia menyebutkan bahwa Pemkab Bogor akan melakukan pengawasan ketat terhadap Program Samisade. Pasalnya, bantuan keuangan desa itu diluncurkan untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur di desa yang tidak tersentuh oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Samisade diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Karena untuk pembangunan yang dilakukan menggunakan Samisade, harus gotong royong oleh masyarakat dan yang ikut mengerjakan akan dibayar menggunakan Samisade itu,” ujarnya lagi.

Baca juga: Bupati Bogor: Program Satu Miliar Satu Desa untuk pulihkan perekonomian

Pemkab Bogor menggelontorkan Samisade sebesar Rp318,5 miliar kepada 356 desa untuk menstimulus pembangunan infrastruktur desa.

Ade Yasin berharap, Samisade bisa mendorong desa dari status berkembang menjadi maju.

“Kan dari 416 desa, masih ada desa tertinggal. Nah dengan Samisade diharapkan, desa tertinggal menjadi berkembang dan desa berkembang menjadi maju,” katanya pula.
 

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2021