Negara bagian terpadat di Australia, New South Wales, melaporkan tidak ada kasus baru COVID-19 yang didapat secara lokal untuk hari kelima berturut-turut pada Selasa.

Laporan itu muncul saat pihak berwenang mencari mata rantai yang hilang dalam rantai penularan infeksi baru yang dilaporkan minggu lalu.

Negara bagian New South Wales Rabu lalu (5/5) melaporkan kasus lokal pertamanya dalam lebih dari sebulan setelah seorang pria berusia 50-an dinyatakan positif terjangkit COVID-19, yang membuat pihak berwenang melacak infeksi kembali ke seorang pelancong yang kembali dari luar negeri.

Baca juga: Kota Bekasi siapkan stadion Patriot Candrabhaga untuk tempat karantina

Namun, para pejabat belum menemukan jalur penularan di antara mereka, yang meningkatkan kekhawatiran bahwa virus corona dapat menyebar di masyarakat melalui kasus yang belum ditemukan.

Kasus COVID-19 pada seorang pria Sydney yang tidak dikenal, yang kemudian menularkan virus corona ke istrinya, mendorong pihak berwenang untuk memperpanjang masa pembatasan jarak sosial dan masker wajib di transportasi umum di wilayah Sydney dan sekitarnya hingga 17 Mei.

Baca juga: DPRD Sukabumi minta pemerintah siapkan ruang karantina khusus bagi pemudik

Pihak berwenang mengatakan pria itu mungkin tertular virus corona melalui kontak singkat dengan orang yang saat ini terinfeksi dan belum teridentifikasi.

Pendekatan garis keras Australia untuk mengendalikan COVID-19, dengan langkah-langkah termasuk pembatasan pertemuan, penguncian cepat, dan sistem pelacakan cepat, telah membantu negara itu menjaga angka COVID-19 menjadi relatif rendah.

Baca juga: Tidak ada lagi pasien, RS Lapangan di Kota Bogor dinonaktifkan

Australia telah melaporkan lebih dari 29.900 kasus COVID-19 dan 910 kematian akibat infeksi virus corona sejak pandemi dimulai.

Sumber: Reuters.

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga

Editor : M. Tohamaksun


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2021