Ambon (Antara Megapolitan) - Menteri Perhubungan Ignatius Jonan berjanji akan membangun sekolah pelaut di provinsi Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2016.

"Sekolah pelaut akan dibangun di Maluku dan NTT, sehingga mempermudah para pemuda dua provinsi ini dapat menempuh pendidikan untuk menjadi pelaut dengan mudah," kata Menhub Ignatius Jonan, di Ambon, Selasa.

Menurut Menteri, berdasarkan data yang ada jumlah pelaut dari Maluku dan NTT sangat banyak, tetapi ternyata mereka harus menempuh pendidikan untuk menjadi pelaut di daerah lain, sehingga perlu dibangun sekolah untuk menghasilkan pelaut yang handal.

"Pembangunan sekolah pelaut telah disepakati dalam Rakor Kemaritiman antara Bank Indonesia, Pemerintah Pusat dan Pemprov empat Provinsi. Sekolah ini dibangun untuk saudara kita di Indonesia Timur yang ingin menjadi pelaut. Ini merupakan kesempatan besar untuk melahirkan pelaut yang handal," katanya.

Pembangunan sekolah tersebut, tandas Menhub Ignatius Jonan, menjadi salah satu program prioritas kementerian yang dipimpinnya dalam rangka mendukung dan mendorong percepatan sektor kemaritiman sekaligus mendukung konsep tol laut yang digagas Presiden Joko Widodo.

Selain sekolah pelaut, Menhub juga menegaskan pihaknya akan membangun atau memperbaiki dan membangun pelabuhan di Indonesia Timur yang secara bisnis tidak layak, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut serta mempercepat akses transportasi dan konektivitas antardaerah.

"Jadi bukan membangun pelabuhan di daerah yang ekonominya sudah tumbuh. Jika layak secara bisnis pembangunan bisa didanai dan dikelola oleh investor swasta," kata Jonan.

Menhub juga berjanji akan menarik kapal-kapal berukuran kecil dan menggantinya dengan kapal-kapal berkapasitas besar di atas 2.500 groos ton, sehingga memperlancar akses transportasi barang antardaerah.

Menurut Jonan, tol laut merupakan moda angkutan kapal barang yang memiliki rute terjadwal dari ujung barat ke timur serta ujung utara ke selatan Indonesia, karena selama ini Indonesia belum memiliki angkutan kapal barang berjadwal yang modern.

Penerapan konsep tol laut, tandas Jonan, mampu menekan disparitas harga barang di Indonesia bagian barat dan timur. Selama ini selisih harga sangat tidak rasional sehingga memicu kesenjangan sosial atau gini rasio yang tinggi.

"Agar harga barang di Indonesia timur dan barat nggak beda banyak. Sekarang beda banyak sekali. Masa 70 tahun merdeka disparitas harga masih tinggi," ujar Jonan.

Pewarta: Jimmy Ayal

Editor : M. Tohamaksun


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2015